Jum'at, 28 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Belum Lama Dibui karena Korupsi, Eks Presiden Korsel Park Geun-hye akan Diampuni

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah Korea Selatan hati Jumat (24/12/2021) mengatakan akan memberikan pengampunan khusus kepada mantan presiden Park Geun-hye, yang divonis hukuman penjara  hukuman penjara puluhan tahun dalam dakwaan suap dan sejumlah kejahatan lain.

Kementerian Kehakiman mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengampunan Park ditujukan untuk mengakhiri perpecahan dan mempromosikan persatuan nasional di masa sulit pandemi Covid-19 saat ini.

Kementerian mengatakan Park, 69, merupakan salah satu dari 3.094 orang yang akan mendapatkan pengampunan pada 31 Desember, lansir Associated Press.

“Dalam kasus mantan presiden Park, kami mempertimbangkan fakta bahwa kondisi kesehatannya banyak memburuk setelah hampir lima tahun di dalam penjara,” kata Presiden Moon Jae-in dalam sebuah pernyataan.

Park ditangkap dan dijebloskan ke penjara pada 2017, setelah dicopot dari jabatannya menyusul skandal korupsi yang memicu demonstrasi besar-besaran di jalanan selama berbulan-bulan. Penggulingannya menandai kejatuhan mengejutkan yang terjadi atas presiden wanita pertama dan ikon politisi konservatif Korea Selatan.

Pada bulan Januari 2021, Mahkamah Agung Korea Selatan mengukuhkan hukuman penjara 20 tahun.  Dia bisa saja menjalani hukuman gabungan 22 tahun di dalam bui, karena secara terpisah dia dihukum akibat ikut campur dalam urusan partainya menjelang pemilihan parlemen 2016.

Park menggambarkan dirinya sebagai korban balas dendam politik. Dia menolak untuk menghadiri persidangannya sejak Oktober 2017.

Park adalah putri mendiang presiden otoriter Park Chung-hee. Dia terpilih pada akhir 2012 dengan dukungan dari kaum konservatif yang mengelu-elukan ayahnya sebagai pahlawan yang mengeluarkan negara itu dari kemiskinan meskipun hak-hak sipil rakyat ditindas.

Dia dimakzulkan oleh parlemen pada Desember 2016, dan secara resmi diberhentikan pada Maret 2017, setelah Mahkamah Konstitusi menguatkan pemakzulannya

Di antara dakwaan utama yang dia hadapi adalah kolusi dengan teman sekaligus orang kepercayaan lamanya, Choi Soon-sil, mengambil suap jutaan dolar dan uang pemerasan dari beberapa perusahaan terbesar di negara itu, termasuk Samsung, saat dia masih menjabat.

Dia digantikan oleh Moon Jae-in, seorang politisi liberal yang memenangkan pemilihan sela yang khusus digelar setelah pemakzulannya.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Inggris Pusing China Larang Impor Sampah Plastik

Inggris Pusing China Larang Impor Sampah Plastik

Gagal Konser Semangati Tentaranya Pasca Hancurnya Aleppo, Pesawat Militer Rusia Jatuh di Laut Hitam

Gagal Konser Semangati Tentaranya Pasca Hancurnya Aleppo, Pesawat Militer Rusia Jatuh di Laut Hitam

Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Disambut Meriah di Kamp Palestina Terbesar di Libanon

Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Disambut Meriah di Kamp Palestina Terbesar di Libanon

Partai Annahda Tunisia Menolak Ubah Konstitusi Negara

Partai Annahda Tunisia Menolak Ubah Konstitusi Negara

Prancis Tuding Bos PSG Al-Khelaifi Korupsi Kejuaraan Atletik Doha 2017

Prancis Tuding Bos PSG Al-Khelaifi Korupsi Kejuaraan Atletik Doha 2017

Baca Juga

Berita Lainnya