Selasa, 25 Januari 2022 / 21 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Pemerintah New Zealand Beri Penghargaan Keberanian Terkait Serangan Masjid Christchurch 2019

Masjid Al-Noor di kota Christchurch, New Zealand.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah New Zealand memberikan penghargaan kepada 10 orang atas keberanian mereka menghadapi pelaku penembakan di dua masjid di kota Christchurch.

Lima puluh satu orang dibunuh oleh seorang pria bersenjata di dua masjid di kota itu pada 15 Maret 2019.

Pekerja perbaikan jalan Wayne Maley merupakan satu dari 10 orang yang pada hari Kamis (16/12/2021) menerima anugerah keberanian dari pemerintah, atas jasa mereka menyelamatkan nyawa orang lain saat terjadi serangan tersebut.

“Meskipun kami tidak bisa berbuat banyak, (…) kami menyelamatkan beberapa orang, Anda tahu,” kata Marley, salah satu orang yang pertama datang menolong korban.

Wakil Sekretaris Kabinet Rachel Hayward mengatakan penghargaan itu merupakan cara New Zealand untuk mengakui keberanian penerima anugerah.

“Saya kira, bagi semua orang yang terlibat ini adalah hari yang penuh dengan perasaan campur aduk,” katanya.

Selain itu, dua jamaah Muslim – yang pada waktu berbeda menghadapi langsung pria bersenjata pelaku serangan itu untuk berusaha menghentikan pembantaian – masing-masing dianugerahi New Zealand Cross, penghargaan tertinggi dari negara untuk untuk warga sipil.

Salah satu penerimanya, Dr. Naeem Rashid, terbunuh ketika dia berusaha menghentikan aksi pelaku.

Sementara Abdul Aziz, yang selamat setelah berhasil mengelak dari tembakan peluru, dianugerahi medali tertinggi itu karena berusaha menghentikan serangan dan mengejar pelaku yang kabur.

Pelaku serangan, seorang warga Australia penganut ideologi supremasi kulit putih bernama Brenton Tarrant, tahun lalu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat setelah mengaku bersalah atas 51 dakwaan pembunuhan, 40 dakwaan percobaan pembunuhan dan satu dakwaan terorisme.

Seremoni untuk menghormati para peraih penghargaan akan diadakan awal tahun depan, lansir Euronews.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Kelompok Peduli HAM Kecam Hukuman Mati atas Saif Al-Islam Qadhafi

Kelompok Peduli HAM Kecam Hukuman Mati atas Saif Al-Islam Qadhafi

Polisi Kenya Bubarkan Unjuk Rasa Pro-Palestina

Polisi Kenya Bubarkan Unjuk Rasa Pro-Palestina

Australia Tidak Ikut Kirim Pasukan Tempur Perangi ISIS

Australia Tidak Ikut Kirim Pasukan Tempur Perangi ISIS

Kematian Tragis Penjual Ikan, Cetus Demonstrasi Besar di Maroko

Kematian Tragis Penjual Ikan, Cetus Demonstrasi Besar di Maroko

Kardinal Irlandia Minta Maaf Atas Pelecehan Seks Pendeta

Kardinal Irlandia Minta Maaf Atas Pelecehan Seks Pendeta

Baca Juga

Berita Lainnya