Selasa, 30 November 2021 / 24 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

David Beckham Didesak Bersuara Soal Pelanggaran HAM Terkait Piala Dunia Qatar 2022

Bagikan:

Hidayatullah.com—Bekas kapten tim sepakbola nasional Inggris David Beckham didesak oleh Amnesty International agar angkat suara tentang situasi hak asasi manusia yang “sangat memprihatinkan” di Qatar.

Beckham menandatangani kesepakatan bernilai tinggi untuk menjadi duta Piala Dunia Qatar 2022.

Masalah hak asasi manusia menjadi sorotan tajam sejak Qatar ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2010.

“Catatan hak asasi manusia Qatar meresahkan, dari perlakuan buruk yang sudah berlangsung lama terhadap pekerja migran sampai pembatasan kebebasan berbicara dan kriminalisasi hubungan sesama jenis,” kata pimpinan Amnesty International Sacha Deshmukh seperti dilansir BBC Selasa (26/10/2021).

“Tidak mengherankan David Beckham ingin terlibat dalam acara sepakbola yang besar itu, tetapi kami mendesaknya untuk mengetahui tentang situasi hak asasi manusia yang sangat memprihatinkan di Qatar dan bersiap untuk berbicara tentang hal itu,” imbuhnya.

Qatar  mendatangkan ribuan pekerja migran untuk membangun infrastruktur yang diperlukan dalam gelaran Piala Dunia 2022.

Amnesty mengklaim ada “ribuan” kematian migran yang belum diselidiki selayaknya.

“David telah mengunjungi Qatar secara berkala selama lebih dari satu dekade dan bermain untuk PSG [klub milik Qatar] – jadi dia melihat adanya gairah sepakbola di negara ini dan komitmen jangka panjang yang dibuat untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia serta meninggalkan legasi abadi untuk wilayah tersebut,” kata seorang jubir untuk Beckham kepada BBC Sport

“Dia selalu berbicara tentang kekuatan sepakbola sebagai kekuatan bagi kebaikan di banyak tingkatan,” imbuhnya.

Awal tahun ini, pemain Norwegia dan Jerman mengenakan seragam yang menunjukkan dukungan kepada pekerja migran di Qatar sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia.

Menurut sumber yang dekat dengan bekas pemain Manchester United itu, Beckham yakin Piala Dunia pertama yang digelar di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu akan penting bagi kawasan dan akan memberikan inspirasi positif.

“Tentu saja David ingin memastikan bahwa dia diberi tahu tentang fakta dan kekhawatiran apa pun untuk teman-teman gay, pendukung sepakbola, dan penggemarnya,” imbuh sumber tersebut.

UEFA membentuk sebuah kelompok kerja pada bulan Mei untuk bekerja sama dengan FIFA dalam masalah itu.

Utusan UEFA Gijs de Jong pada bulan Agustus berkata, “Tampak jelas Qatar membuat kemajuan positif yang signifikan dalam legislasi HAM kurun tiga tahun terakhir. Tantangannya adalah legislasi itu belum sepenuhnya diterapkan, dan … perlu ada kerja lebih lanjut.”

Sebelumnya pemerintah Qatar mengatakan siap untuk bekerja sama erat dengan mitra-mitra mancanegara, termasuk Amnesty International, untuk melindungi semua pekerja dan memastikan undang-undang baru diterapkan dan ditegakkan secara efektif”.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Sehari Pertambahan Infeksi Covid-19 di India Mencapai 77.000 Kasus

Sehari Pertambahan Infeksi Covid-19 di India Mencapai 77.000 Kasus

Ada Teriakan Pro-Nazi, Konser Musik di Jerman Distop Polisi

Ada Teriakan Pro-Nazi, Konser Musik di Jerman Distop Polisi

Guenter Grass: Israel Seperti Stasi

Guenter Grass: Israel Seperti Stasi

Pemerintah Malaysia Tidak Menolak Hudud, Kata PM Najib

Pemerintah Malaysia Tidak Menolak Hudud, Kata PM Najib

Kelompok Bersenjata New IRA Mengaku Membunuh Jurnalis Irlandia

Kelompok Bersenjata New IRA Mengaku Membunuh Jurnalis Irlandia

Baca Juga

Berita Lainnya