Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Wanita Mualaf Jerman Anggota ISIS Dibui 10 Tahun Terkait Kematian Bocah Yazidi

Bagikan:

Hidayatullah.com—Seorang wanita mualaf Jerman yang bergabung dengan kelompok ISIS di Iraq dijatuhi hukuman penjara 10 tahun oleh pengadilan di Munich karena terlibat dalam kematian seorang bocah perempuan Yazidi yang dibelinya bersama suaminya sebagai seorang budak.

Jennifer Wenisch duduk di kursi terdakwa sebagai pelaku kejahatan perang karena membiarkan seorang anak perempuan berusia 5 tahun mati kehausan dalam keadaan dirantai di bawah sengatan panas matahari.

Suami Wenisch, seorang pria Iraq, diadili di pengadilan Frankfurt dalam kasus yang sama.

Bocah Yazidi itu meninggal dunia di Fallujah pada tahun 2015.

Wenisch, 30, menolak dakwaan. Tim pengacaranya mengatakan bahwa ibu dari bocah tersebut Nora merupakan saksi yang tidak dapat diandalkan dan tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa bocah itu benar-benar mati. Nora dan anak perempuannya itu menjadi budak ISIS bersama banyak orang Yazidi lainnya.

Vonis atas suami Wenisch, Taha al-Jumailly, diperkirakan akan diputuskan bulan depan, lansir BBC Senin (25/10/2021).

Kasus ini merupakan satu dari kasus-kasus pertama kejahatan ISIS terhadap orang Yazidi – kelompok etnis Kurdi di bagian utara Iraq – yang diproses di pengadilan.

Wenisch dapat diadili di Jerman karena menggunakan prinsip yuridiksi universal, yang memungkinkan dilakukannya penuntutan terhadap kasus-kasus kejahatan perang – termasuk genosida – yang terjadi di luar negeri (bukan wilayah Jerman). Wenisch ditangkap di Turki pada tahun 2016, kemudian diektradisi ke Jerman, lapor AFP.

Semasa bergabung dengan ISIS, Wenisch diduga menjadi anggota “skuad antimaksiat” semacam polisi syariah Islam di Mosul dan Fallujah.

Pada 2014, para petempur ISIS menyerbu kampung halaman leluhur Yazidi di bagian utara Iraq, menjadikan ribuan wanita dan anak-anak sebagai tawanan dan budaknya.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Pelantikan Parlemen Afghanistan Ditunda

Pelantikan Parlemen Afghanistan Ditunda

PBB Kritik Pelanggaran HAM Israel di Palestina

PBB Kritik Pelanggaran HAM Israel di Palestina

Kardinal Belanda Sumpah Palsu Soal Pendeta Cabul

Kardinal Belanda Sumpah Palsu Soal Pendeta Cabul

Separuh Lebih Populasi Negara Teluk Berusia

Separuh Lebih Populasi Negara Teluk Berusia <25 Tahun

Tiga Bulan Normalisasi dengan ‘Israel’,  UEA Kini Dukung Pernyataan Islamofobia Macron

Tiga Bulan Normalisasi dengan ‘Israel’, UEA Kini Dukung Pernyataan Islamofobia Macron

Baca Juga

Berita Lainnya