Selasa, 30 November 2021 / 25 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Pakai Obat Penenang Bos Samsung Jadi Terdakwa Mengaku Bersalah

°¡¼®¹æµÈ ÀÌÀç¿ë (ÀÇ¿Õ=¿¬ÇÕ´º½º) ¹Úµ¿ÁÖ ±âÀÚ = ¹Ú±ÙÇý Á¤ºÎÀÇ '±¹Á¤³ó´Ü' »ç°ÇÀ¸·Î ½ÇÇüÀ» È®Á¤¹Þ°í º¹¿ªÇØ¿Â ÀÌÀç¿ë »ï¼ºÀüÀÚ ºÎȸÀåÀÌ ±¤º¹ÀýÀ» ¾ÕµÎ°í 13ÀÏ ¿ÀÀü °æ±âµµ Àǿսà ¼­¿ï±¸Ä¡¼Ò¿¡¼­ °¡¼®¹æµÇ¾î °É¾î ³ª¿À°í ÀÖ´Ù. 2021.8.13 pdj6635@yna.co.kr/2021-08-13 10:40:09/
Bagikan:

Hidayatullah.com—Belum lama keluar dari penjara setelah mendapat pembebasan bersyarat dalam kasus suap, bos konglomerat Samsung Jay Y. Lee hari Selasa (12/10/2021) di pengadilan mengakui bahwa dirinya secara ilegal menggunakan obat keras yang termasuk dalam pengawasan ketat.

Lee hadir di Pengadilan Distrik Seoul Tengah di mana, dalam persidangan perdana yang berlangsung singkat, dia mengakui menggunakan propofol – obat penenang yang digunakan dalam anestesi – 41 kali dari tahun 2015 sampai 2020, lapor Reuters.

Jaksa, yang menuntut hukuman denda 70 juta won ($58.327) dan biaya tambahan sebesar 17 juta won, mengatakan bahwa Lee meminta agar diberikan propofol dengan kedok perawatan kulit atau tidak terkait dengan perawatan yang sah.

“Masalah ini asalnya adalah untuk pengobatan, tetapi saya sangat menyesal,” kata Lee. “Saya akan… pastikan hal ini tidak terjadi lagi,” kata Lee, dalam persidangan yang hanya dihadiri oleh sekitar 15 orang, seraya menambahkan bahwa dia tidak menggunakan obat itu sejak dibebaskan dari penjara pada bulan Agustus.

Pengacara Lee mengatakan kepada pengadilan bahwa kliennya mendapatkan perawatan untuk tujuan medis, awalnya karena tekanan psikologis setelah ayahnya dirawat di rumah sakit dan kemudian sebagai akibat dari skandal korupsi dan persidangan yang vonisnya ditetapkan pada Januari.

Hakim dijadwalkan akan memberikan keputusan kasus propofol ini pada 26 Oktober.

Hukum di Korea Selatan menyatakan bahwa penggunaan secara ilegal obat keras atau zat yang tergolong diatur ketat penggunaannya bisa dikenai dakwaan. Orang yang memberikan obat tersebut juga.dapat dipidanakan.

Staf yang bekerja di klinik tempat Lee menerima obat penenang tersebut, yang diadili secara terpisah, membantah dakwaan jaksa dan menyangkal telah melakukan kesalahan.

Jaksa pertama kali mengetahui masalah itu pada tahun 2020, tetapi disarankan agar tidak menindaklanjuti investigasinya pada Maret 2021 oleh sebuah panel independen yang mengkaji penyelidikan-penyelidikan jaksa. 

Sampai bulan Juni jaksa masih mengupayakan agar Lee dijerat hukum dan didenda, tetapi rupanya ada laporan polisi lain tentang penggunaan obat penenang yang kemudian menyeret Lee ke meja hijau.

Oleh karena propofol lebih kecil kemungkinannya untuk disalahgunakan dibanding banyak zat terkontrol lainnya, banyak kasus pelanggaran serupa pelakunya cenderung dihukum denda daripada penjara.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

partai islam aljazair

Meski Penyakitan Bouteflika Menangi Pilpres Aljazair

Emir Qatar Kirim Pesawat Bantuan untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu

Emir Qatar Kirim Pesawat Bantuan untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu

Sarkozy Akhirnya Terdepak dari Kursi Presiden

Sarkozy Akhirnya Terdepak dari Kursi Presiden

Mayoritas Warga New York Tolak Masjid Dekat Ground Zero

Mayoritas Warga New York Tolak Masjid Dekat Ground Zero

Indonesia Siap Sumbang dalam Sains dan Teknologi di Dunia Islam

Indonesia Siap Sumbang dalam Sains dan Teknologi di Dunia Islam

Baca Juga

Berita Lainnya