Kamis, 2 Desember 2021 / 26 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Dicabuli Sesama Pendeta, Wanita Rohaniwan Afsel Gagal Mendapat Keadilan dari Gereja

Bagikan:

Hidayatullah.com—Seorang pendeta pria Afrika Selatan yang dituduh melakukan serangan seksual terhadap seorang kolega wanitanya di seminari dibebaskan dari dakwaan karena dinilai tidak cukup bukti.

Pendeta wanita June Major menuding koleganya pendeta Melvin Booysen melakukan serangan seksual terhadapnya pada tahun 2002. 

Dia mengatakan pendeta itu memasuki ruangan tempat mereka menginap, yang disediakan oleh salah satu keluarga di seminari, dan menyerangnya.

Namun, sebuah lembaga peradilan gereja Anglikan di Afrika Selatan menyatakan pihak penggugat tidak ada bukti pernah menyodorkan bukti tuduhannya atau mengadukan kasusnya ke uskup atasannya sebelum 2016, dan tidak ada konfirmasi dari mereka perihal serangan seksual itu.

“Kami tidak mendapati pengakuannya konsisten dengan serangkaian faktor tidak langsung dalam cerita tersebut,” kata pihak pengadilan gereja, seperti dilansir BBC (1/10/2021).

Namun, pendeta Booysen dinyatakan bersalah “menginvasi ruangan pribadi penggugat di tempat penginapan mereka.” 

Lembaga peradilan gereja itu merekomendasikan Booysen agar menjalani terapi dan pelatihan ulang.

Pada tahun 2016 Major pernah menghebohkan Afrika Selatan dengan tindakannya memajang foto dan nama pendeta yang dituduhnya berusaha memperkosanya di laman Facebook. Dia juga mendesak agar para wanita bersuara, jangan mau dibungkam agar diam.

Pada Mei 2016, Daily Voice South Africa melaporkan bahwa pendeta June Dolley-Major, seorang rohaniwan di Gereja Anglikan, mengambil langkah tersebut sebab merasa lelah diperolok karena dianggap “tidak tampak seperti orang korban pemerkosaan”.

Tiga pekan sebelumnya memajang foto tersebut, pendeta wanita itu juga dikabarkan melakukan aksi mogok makan selama tujuh hari guna mengungkap perlakuan tidak adil oleh uskup atasannya, Garth Counsell.

Dia menuding Counsell “berbicara buruk perihal dirinya”, surat refensi yang diberikan kepada bakal atasan barunya menyebut dirinya sebagai seorang pembuat masalah, sehingga uskup di Australia batal memberikan pekerjaan di negeri kanguru tersebut.

Major mengatakan bahwa dia “dikorbankan” sejak mengungkap kasus serangan seksual itu kepada Counsell.

Setelah itu, Counsell menolak menemuinya, sehingga dia tidak punya pilihan lain selain melakukan mogok makan di luar kantornya di Sekolah Dasar Zonnebloem di Woodstock.

Setelah tujuh hari mogok makan, para pemimpin gereja mengatakan bersedia menggelar pertemuan dengannya. Akan tetapi pertemuan tersebut tidak pernah diwujudkan. Oleh karena itu, Major kemudian menggelar konferensi pers dan mengungkap identitas pelaku.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Mozambik Berlakukan Tarif Tinggi untuk Liputan Media Asing

Mozambik Berlakukan Tarif Tinggi untuk Liputan Media Asing

Aparat Tunisia Tangkap Politisi Pengkritik Presiden Kais Saied

Aparat Tunisia Tangkap Politisi Pengkritik Presiden Kais Saied

Bundeswehr Tahun 2019 Temukan Belasan Ekstrimis Sayap Kanan di Antara Personelnya

Bundeswehr Tahun 2019 Temukan Belasan Ekstrimis Sayap Kanan di Antara Personelnya

Ilmuwan Remaja Mesir Abdullah Assem Minta Suaka di Amerika

Ilmuwan Remaja Mesir Abdullah Assem Minta Suaka di Amerika

Muslim dan Yahudi Austria Wajib Daftar Diri untuk Membeli Daging Halal-Kosher

Muslim dan Yahudi Austria Wajib Daftar Diri untuk Membeli Daging Halal-Kosher

Baca Juga

Berita Lainnya