Rabu, 20 Oktober 2021 / 13 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Putri Pendiri Huawei Pulang ke China Ditukar 2 Warga Kanada

Bagikan:

Hidayatullah.com—Setelah lebih dari 1.000 hari dijebloskan ke penjara oleh China, warga Kanada Michael Kovrig dan Michael Spavor tiba di Calvari, Kanada, dan disambut oleh Perdana Menteri Justin Trudeau

“Michael menghadapi tragedi dengan ketabahan dan kemanusiaan. Meskipun mengalami ketidakadilan dan kesulitan, dia tetap kuat dan bersikap positif,” kata sebuah pernyataan yang dirilis International Crisis Group, (ICG), organisasi yang mempekerjakannya, yang menyebut penahanannya tidak adil.

Sebuah jet Royal Canadian Air Force dikabarkan membawa mereka pulang ke Kanada. Kovrig dijadwalkan melanjutkan perjalanan terbang ke Toronto di mana keluarganya tinggal, menurut keterangan istrinya, lansir RFI.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan Jumat malam (24/9/2021) bahwa Michael Kovrig, penasihat bidang hak asasi manusia dan mantan diplomat, serta Michael Spavor, seorang pengusaha, telah meninggalkan wilayah udara China dan sedang dalam perjalanan pulang ke Kanada.

Sebelumnya pada hari Jumat, seorang hakim mencabut kondisi pembebasan dari tahanan bersyarat Meng Wanzhou dan mengakhiri proses ekstradisi setelah putri pendiri Huawei itu membuat kesepakatan dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat untuk menangguhkan dakwaan kasus penipuan terhadap dirinya. Wanita bos keuangan Huawei itu sudah kembali ke China.

Wanita itu ditangkap di bandara internasional Vancouver pada 1 Desember, 2018, atas permintaan pihak berwenang Amerika Serikat.

Keduà Michael tersebut ditahan secara terpisah dengan tuduhan spionase hanya beberapa hari setelah Kanada menahan eksekutif Huawei, Meng Wanzhou. Bagi banyak orang, ini adalah kasus “diplomasi sandera.”

Kovrig sebelumnya bekerja untuk Kementerian Luar Negeri Kanada di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan di China sebelum bekerja sebagai penasihat senior bidang Asia Timur Laut untuk ICG dan berkantor di China.

Kovrig dan Spavor diadili pada bulan Maret tahun ini. Pada bulan Agustus, Spavor dijatuhi hukuman 11 tahun penjara, sementara kasus Kovrig belum diputuskan.

Peneliti Human Rights Watch di China, Yaqiu Wang, menyambut baik pembebasan mereka. Namun, dia juga khawatir kasus ini akan menjadi preseden buruk.

“Namun, saya khawatir apa artinya ini bagi orang-orang asing yang saat ini tinggal di China: Anda dapat disandera kapan saja oleh pemerintah China karena taktiknya sekarang dipakai tried-and-true,” komentar wanita peneliti itu di media sosial.*

Rep: Ama Farah
Editor: Muhammad

Bagikan:

Berita Terkait

Serangan Mematikan, 19 Tentara Asing Tewas di Afghanistan

Serangan Mematikan, 19 Tentara Asing Tewas di Afghanistan

Operator Seluler MTN Ingin “Kasus Pembayaran Uang Keamanan” ke Taliban di Pengadilan AS Dihentikan

Operator Seluler MTN Ingin “Kasus Pembayaran Uang Keamanan” ke Taliban di Pengadilan AS Dihentikan

ISIS Tembak Helikopter Rusia, Dua Pilot Tewas

ISIS Tembak Helikopter Rusia, Dua Pilot Tewas

Demonstrasi Anti Inggris di Basrah

Demonstrasi Anti Inggris di Basrah

Pasukan Khusus Australia Lakukan Kejahatan Perang di Afghanistan

Pasukan Khusus Australia Lakukan Kejahatan Perang di Afghanistan

Baca Juga

Berita Lainnya