Selasa, 30 November 2021 / 24 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Desak Perlindungan Tahanan, Warga Palestina Gelar Aksi Duduk di Depan Palang Merah

Bagikan:

Ratusan warga Palestina dalam aksi duduk meminta Palang Merah untuk campur tangan dan melindungi tahanan Palestina di penjara-penjara Zionis “Israel”, khususnya enam tahanan yang melarikan diri

Hidayatullah.com — Warga Palestina di seluruh Tepi Barat mengambil bagian dalam aksi duduk yang diadakan di depan gedung Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada hari Selasa (21/09/2021). Hal itu dalam solidaritas dengan tahanan Palestina setelah muncul laporan bahwa pelarian dari penjara ‘Israel’ mungkin telah mengalami penyiksaan selama penahanan, lansir The New Arab.

Awal bulan ini, enam tahanan Palestina melarikan diri dari penjara Gilboa dengan keamanan tinggi “Israel”, tetapi keenamnya ditangkap kembali pada hari Ahad (19/09/2021).

Ratusan warga Palestina dalam aksi duduk nasional meminta ICRC untuk campur tangan dan melindungi tahanan Palestina di penjara-penjara Zionis “Israel” – khususnya enam tahanan yang melarikan diri, yang dilaporkan menjadi sasaran penyiksaan berat setelah mereka ditangkap kembali oleh “Israel”.

Para pengunjuk rasa meminta lembaga-lembaga internasional untuk menekan Zionis “Israel” untuk mengakhiri kebijakan penahanan administratifnya, dan bekerja untuk menyelamatkan nyawa para tahanan yang sakit dan mogok makan di penjara-penjara “Israel”.

Aksi duduk diorganisir oleh faksi-faksi nasional dan Islam Palestina dan kelompok-kelompok lain yang terlibat dalam urusan tahanan, menurut kantor berita Otoritas Palestina, Wafa.

Zionis “Israel” melancarkan perburuan besar-besaran untuk para pembobol penjara Palestina setelah mereka melarikan diri dari Gilboa, menggunakan drone dan pos pemeriksaan jalan, dan mengerahkan pasukan ke Tepi Barat yang diduduki.

Banyak warga Palestina memuji pelarian yang berani itu sebagai momen bersejarah dalam perjuangan pembebasan Palestina.

Pengacara untuk pelarian Mohammed Al-Arda dan Zakaria Al-Zubaidi, yang ditangkap pada 11 September, mengklaim klien mereka telah disiksa.

Laporan dari kelompok hak tahanan lain mengatakan bahwa keenamnya telah menderita beberapa bentuk penyiksaan dan kelalaian di tangan otoritas penjara Zionis “Israel”.

“Israel” juga mengambil tindakan untuk menghukum tahanan Palestina lainnya dan melecehkan keluarga para pelarian sebagai bagian dari perburuan, menurut laporan.

Sejak pelarian itu, Zionis “Israel” menempatkan penjara yang menahan tahanan Palestina di bawah penguncian, dengan beberapa tahanan diasingkan dan yang lainnya dilarang berolahraga di halaman penjara.*

Rep: Fida A.
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Para Ilmuwan Pakai Komputer Super Cegah Gelombang Kedua Belalang di Afrika Timur

Para Ilmuwan Pakai Komputer Super Cegah Gelombang Kedua Belalang di Afrika Timur

AS Tuduh Pengebom Riyadh Bersembunyi di Iran

AS Tuduh Pengebom Riyadh Bersembunyi di Iran

Pelapor Khusus PBB: Kebijakan Detensi Migran Australia Tak Berperikemanusiaan

Pelapor Khusus PBB: Kebijakan Detensi Migran Australia Tak Berperikemanusiaan

Malaysia:  Aung Suu Kyi Tak Boleh Diam Penindasan Etnis Rohingya

Malaysia: Aung Suu Kyi Tak Boleh Diam Penindasan Etnis Rohingya

taliban warga sipil

Penembakan di Wina Austria, Sedikitnya Satu Tewas dan Beberapa Luka-luka

Baca Juga

Berita Lainnya