Sabtu, 16 Oktober 2021 / 9 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

‘Negara Bebas’, Taliban Sambut Keluarnya AS dari Afghanistan

afghanistan negara bebas
Bagikan:

Hidayatullah.com — Taliban mengatakan Afghanistan adalah negara “bebas dan berdaulat” karena menyambut keluarnya pasukan AS setelah 20 tahun pendudukan. Kelompok tersebut menggambarkan kepergian mereka sebagai “momen bersejarah”, lansir Al Jazeera.

Pejuang Taliban pada hari Selasa (31/08/2021) mengambil alih bandara Kabul ketika tentara AS terakhir terbang keluar dari negara itu. Tembakan perayaan dan kembang api menerangi langit malam Kabul.

Berbicara kepada wartawan dari bandara Kabul pada hari Selasa, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan: “Kami tidak memiliki keraguan bahwa Imarah Islam Afghanistan adalah negara yang bebas dan berdaulat.

“Amerika dikalahkan… dan atas nama bangsa saya, kami ingin memiliki hubungan baik dengan seluruh dunia,” katanya.

Dia juga berjanji kepada warga Afghanistan “akan melindungi kebebasan, kemerdekaan, dan nilai-nilai Islam kami”.

Sebelumnya, Jenderal Marinir Frank McKenzie, kepala Komando Pusat AS, mengumumkan bahwa pasukan Amerika terakhir terbang keluar dari Kabul tepat sebelum tengah malam waktu setempat.

“Kami tidak mengeluarkan semua orang yang kami inginkan. Tapi saya pikir jika kami tinggal 10 hari lagi, kami tidak akan mengeluarkan semua orang yang kami inginkan.”

Presiden AS Joe Biden menetapkan batas waktu 31 Agustus untuk penarikan pasukan AS.*

Rep: Fida A.
Editor: Muhammad

Bagikan:

Berita Terkait

Rakyat Libya Sambut Gembira Kematian Qadhafi

Rakyat Libya Sambut Gembira Kematian Qadhafi

Polemik Ikhthilath di Pameran Buku Riyadh

Polemik Ikhthilath di Pameran Buku Riyadh

Abul Futuh: Dekrit Mursy Dianulir, Oposisi Sukses

Abul Futuh: Dekrit Mursy Dianulir, Oposisi Sukses

Tak Becus Hadapi Pemberontak Syiah Kepala Polisi Khusus Yaman Dicopot

Tak Becus Hadapi Pemberontak Syiah Kepala Polisi Khusus Yaman Dicopot

Peneliti Genosida: Muslim di Kashmir dan Assam Satu Langkah menuju Pemusnahan

Peneliti Genosida: Muslim di Kashmir dan Assam Satu Langkah menuju Pemusnahan

Baca Juga

Berita Lainnya