Rabu, 20 Oktober 2021 / 13 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

CIA dan Taliban Lakukan Pertemuan Rahasia di Kabul

Bagikan:

Hidayatullah.com–Direktur CIA William J Burns mengadakan pertemuan rahasia dengan pemimpin de facto Taliban Abdul Ghani Baradar di Kabul pada Senin, menurut sebuah laporan media pada Selasa. Ini adalah pertemuan tatap muka tingkat tinggi pertama antara Taliban dan pemerintahan Biden sejak kelompok itu mengambil alih ibu kota Afghanistan, kata The Washington Post.

CIA tidak membuat pernyataan apa pun tentang pertemuan dengan Taliban itu, tetapi diskusi kedua pihak kemungkinan membahas perpanjangan batas waktu penarikan pasukan asing dari Afghanistan pada 31 Agustus, menurut laporan itu. Juru bicara Taliban, Suhail Shaheen, mengatakan kepada Sky News sebelumnya pada Senin bahwa jika AS mencari pembicaraan yang bertujuan untuk memperpanjang batas waktu, “jawabannya adalah tidak.”

“Itu akan menimbulkan ketidakpercayaan di antara kita. Jika mereka berniat melanjutkan pendudukan, itu akan memancing reaksi,” tutur Shaheen dikutip Anadolu.

Presiden AS Joe Biden telah membiarkan pintu Afghanistan terbuka setelah 31 Agustus, namun dia juga mengatakan pada Minggu bahwa dia berharap “kita tidak perlu memperpanjang, tetapi akan ada dialog” mengenai masalah tersebut. Topik tersebut diperkirakan muncul selama pertemuan virtual G7 pada Selasa, di mana Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan mendorong Biden untuk perpanjangan dalam tenggat waktu yang ditentukan sendiri.

Gerakan Taliban menguasai Afghanistan setelah mengambil ibu kota Kabul pada 15 Agustus, memaksa presiden Afghanistan dan pejabat tinggi lainnya untuk meninggalkan negara itu. Perebutan kekuasaan yang tak terduga memicu kekacauan mereka yang ingin melarikan diri dari Afghanistan, termasuk warga sipil yang membantu tentara atau kelompok asing.

Lahir pada 1968 di provinsi tengah Uruzgan, Mullah Abdul Ghani Baradar adalah salah satu dari empat pendiri Taliban. Dia terus menjabat sebagai wakil Akhundzada, dan juga kepala eksekutif kelompok itu yang bertanggung jawab atas urusan politik.

Sebagai komandan kedua dan pemimpin de facto Taliban, Baradar menandatangani kesepakatan damai dengan AS pada Februari tahun lalu atas nama kelompok itu dan mengadakan pembicaraan tingkat tinggi dengan banyak pejabat dalam negosiasi perdamaian.

Dia menjabat sebagai kepala kantor politik Taliban di Doha, Qatar, sejak Januari 2019. Baradar menjadi pemimpin Taliban pertama yang melakukan percakapan telepon dengan Donald Trump pada 3 Maret 2020, sebagai bagian dari pembicaraan damai saat itu.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad

Bagikan:

Berita Terkait

Pemilik Jaguar Land Rover Mengumumkan Kerugian $1 Miliar Lebih

Pemilik Jaguar Land Rover Mengumumkan Kerugian $1 Miliar Lebih

John Butt: Dulu Hippy Sekarang Malah jadi Ulama

John Butt: Dulu Hippy Sekarang Malah jadi Ulama

Trump Sebut AS akan Akui Golan sebagai Wilayah Kedaulatan ‘Israel’

Trump Sebut AS akan Akui Golan sebagai Wilayah Kedaulatan ‘Israel’

Perdana Menteri Prancis Ikut Larang Burkini,  10 Wanita Muslim Ditahan

Perdana Menteri Prancis Ikut Larang Burkini, 10 Wanita Muslim Ditahan

Masjid Syaikh Zayed Abu Dhabi Tujuan Wisata Dunia

Masjid Syaikh Zayed Abu Dhabi Tujuan Wisata Dunia

Baca Juga

Berita Lainnya