Sabtu, 18 September 2021 / 10 Safar 1443 H

Internasional

Masjid di Malaysia Ini Bantu Warga Asing yang Terdampak Kebijakan Penyekatan

masjid malaysia
masjid malaysia
Bagikan:

Hidayatullah.com — Manajemen Masjid Al-Azim Taman Semarak Malaysia berinisiatif membagikan 100 paket sembako secara acak kepada warga asing di Rusun Taman Semarak. Mereka adalah warga asing yang sedang kesulitan ketika perusahaan tempat mereka bekerja tidak boleh beroperasi selama masa pelaksanaan Perintah Pengendalian Gerakan (PKP).

Ketua Masjid Al Azim Taman Semarak, Md Fakarudin Ab Rahman mengatakan semua orang dibantu tanpa melihat latar belakang agamanya. Sebanyak 50 keluarga warga asing dan non-Muslim yang teridentifikasi menerima makanan.

“Kami tahu banyak yang berjuang dan sebagai lembaga keagamaan, kami merasa bertanggung jawab untuk membantu karena mereka juga tinggal di dekat kami,” katanya dikutip Sinar Harian. “Sejak PKP 3.0, RM70.000 (atau setara Rp 24 juta) telah dialokasikan untuk membantu warga yang terkena dampak,” katanya  hari Sabtu, (10/7/2021).

Seorang warga Rohingya, Furidah Abu Ahmad, 32, mengatakan, selama sebulan ini suaminya, para buruh pabrik tidak bekerja sehingga kehilangan sumber penghasilan. “Kalau saya tidak masuk kerja, saya tidak punya gaji. Uang yang saya punya habis karena harus bayar sewa. “Kami punya dua anak kecil, dua bulan dan empat tahun. Hidup sangat sulit sekarang,” katanya kepada media Malaysia, Sinar Harian, saat ditemui menerima bantuan kebutuhan dari Masjid Al Azim Taman Semarak di sini, Sabtu.

Warga negara Indonesia, Nikmah Shamsudin, 49, mengatakan, mereka harus membeli makanan untuk menabung.  Dia mengatakan dia tidak bekerja selama sebulan dan tinggal menyewa dengan tiga rekan senegaranya seharga RM400 sebulan.

“Ada kalanya kami hanya makan roti yang dibagikan. Terima kasih kepada pihak masjid yang telah membantu,” ujarnya.

Selain itu, seorang warga Bangladesh, Mohamad Syafiq, 35 tahun, sudah tidak sabar untuk bekerja seperti biasa setelah sebulan hanya berdiam diri di rumah.  “Saya sudah delapan tahun tinggal di Malaysia tapi baru pertama kali ini saya merasa sangat kesulitan karena saya tidak punya gaji. Saya tidak mau minta tolong kepada siapapun. merasa lega,” katanya.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Uni Afrika Kerahkan 7.500 Tentara Perangi Boko Haram

Uni Afrika Kerahkan 7.500 Tentara Perangi Boko Haram

Jerman Tangkap Anggota Taliban Pencari Suaka

Jerman Tangkap Anggota Taliban Pencari Suaka

Penggugat Pastur Tak Senonoh Mulai Bertambah

Penggugat Pastur Tak Senonoh Mulai Bertambah

Zakat Umat Islam Dunia pada 2020 Jangkau Lebih dari 2 Juta Pengungsi

Zakat Umat Islam Dunia pada 2020 Jangkau Lebih dari 2 Juta Pengungsi

700 Prajurit AS Diperkirakan Mati di Iraq

700 Prajurit AS Diperkirakan Mati di Iraq

Baca Juga

Berita Lainnya