Selasa, 28 September 2021 / 20 Safar 1443 H

Internasional

‘Bendera Putih’, Cara Keren Malaysia Bantu Sesama selama Pandemi Covid-19 Patut Ditiru

Kampanye Bendera Putih Malaysia
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sikap peduli warga Malaysia terlihat ketika banyak warganet menanggapi seruan kampanye pengibaran ‘Bendera Putih’ di berbagai platform media sosial beberapa hari ini. ‘Bendera Putih’ bukanlah tanda kekalahan atau menyerah, tetapi untuk kampanye itu untuk mengidentifikasi mereka yang membutuhkan.

Baru-baru ini tersebar di situs media sosial tentang gerakan ‘Bendera Putih’. Khususnya tetangga Malaysia yang terkena dampak wabah baru infeksi Covid-19 dan harus menetapkan kembali Perintah Pengendalian Gerakan (PKP 3.0) dengan tujuan menekan infeksi Covid-19.

Banyak industri harus berhenti beroperasi dan ribuan orang harus kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian. Pandemi menjadikan sebagian warga Malaysia menjadi cemas dan stres. Bahkan jumlah kasus bunuh diri juga meningkat akhir-akhir ini.

Bagi warga yang kehabisan sembako dan bahan pokok, cukup mengibarkan ‘Bendera Putih’ di kediamannya jika membutuhkan bantuan. Jika tidak ada ‘Bendera Putih’, kain putih atau apa pun juga bisa.

Dengan tanda ini, memungkinkan tetangga, warga lain yang mampu akan mengirim bahan pokok atau kebutuhan bagi mereka.  Inisiatif Kampanye ‘Bendera Putih’ banyak mendapat perhatian dengan meningkatnya kasus depresi di kalangan orang Malaysia, kutip laman Kosmo.

Respon Positif Warganet

Banyak yang mengungkapkan keterkejutannya atas solidaritas ini dan menggambarkannya sebagai simbol kekuatan rakyat.  Kampanye ini diyakini telah dimulai sejak Senin dan terlihat sukses ketika salah satu pengguna media sosial bertindak lebih awal untuk mengibarkan ‘Bendera Putih’ di kediamannya sebagai simbol permohonan bantuan.

Aksinya itu diunggah di akun Facebook bernama Hambamu Seikhlas itu mengungkapkan kesulitan yang dialaminya.  “Aku lelah dan tidak tahu harus berbuat apa, otakku buntu, tapi bukannya mencari jalan pintas, hanya berharap ada orang yang peduli. Semoga ALLAH memudahkan urusan kita semua, anak-anak. masih kecil, termasuk orang di rumah yang sedang hamil,” tulisnya menarik perhatian banyak orang.

Warga menyebarkan kampanye hashtag #BenderaPutih dan #RakyatJagaRakyat di media sosial. Menyusul status menular, akun @teammudajohor segera maju untuk memberikan bantuan kepada keluarga.

Solidaritas tersebut juga disambut baik oleh para pengguna Twitter bernama @JaminKhairul yang turut prihatin dengan nasib mereka yang terkena dampak saat ini.  “Masyarakat yang masih memiliki pekerjaan, masih mampu untuk membeli susu bayi dan makan dan minum, bersyukurlah karena di luar sana banyak sekali warga Malaysia yang putus asa dan terhimpit oleh kemiskinan. Saya doakan semua berkurang rezeki dan kesehatannya. Amin, ” dia berkata.

Lihat video di bawah ini

Menurut @projekhitam, kampanye adalah ide yang brilian dan salah satu alternatif untuk meminta bantuan.

“Saya pikir ini salah satu alternatif untuk meminta bantuan. Manusia perlu makan dan minum untuk bertahan hidup tetapi martabat tetap ada untuk tidak meminta. “#BenderaPutih bukan berarti kalah, tapi jalan terakhir sebelum ambruk,” ujarnya.

Bagaimanapun, pandemic telah berakibat kehidupan rakyat Malaysia, khususnya kelas ekonomi bawah. Maraknya kampanye ‘Bendera Putih’ diduga juga karena banyak masyarakat yang terdampak pandemi kecewa dan sedih, sementara kasus bunuh diri meningkat.

“Mengibarkan ‘Bendera Putih’ adalah salah satu alasan mengapa saya bangga menjadi orang Malaysia,” ujar pemilik akun Twitter bernama @SyazanaMI. “Orang Malaysia sangat penyayang, bijaksana, baik hati, dan murah hati. Terima kasih warga Malaysia. Buktinya kita bisa menjaga kita,” tambahya.

“Saya tersentuh ketika inisiatif ini dilakukan oleh orang-orang. Terbukti bahwa Malaysia memiliki banyak orang baik. Sama halnya ketika melihat tetangga atau orang terdekat yang membutuhkan bantuan,” tulis Wan Wan di kolom komentar Facebook Kosmo! “Mudah tidak harus mengisi formulir. Ada baiknya masyarakat kita prihatin dengan hal ini,” komentar seorang pengguna Facebook bernama Red Ros.

Beberapa warganet juga berbagi bahwa mereka sudah mulai memperhatikan jika ada tetangga yang mengibarkan ‘Bendera Putih’ di dekat rumah mereka. “Saya akan melihat-lihat daerah saya jika ada ‘Bendera Putih’. Bantuan makanan insya Allah. Saya percaya pada orang Malaysia. Mereka akan membantumu,” ujar seorang warganet bernama The Comedian.

“Bisakah kita memiliki bendera lain juga. Bendera untuk orang-orang yang tidak membutuhkan barang-barang dapur tetapi sangat membutuhkan teman untuk mengobrol untuk menyembuhkan stres mereka, ”kata @FrugalFliza.  “Kibarkan ‘Bendera Putih’ jika Anda membutuhkan bantuan. Baik Anda di rumah atau media sosial. Bisa kirim pesan ke saya jika butuh dukungan mental dan emosional serta seseorang untuk diajak bicara,” balas seorang warganet bernama @etresm0I.

Beberapa orang juga menyarankan agar mereka yang memberikan bantuan tidak mengambil gambar atau video penerima.

“Kali ini jangan ambil gambar atau video, biar Tuhan yang tahu kebaikanmu. Kita harus menjaga martabat mereka, ”komentar Vijay Kumar Vijay di halaman Facebook-nya. “Inilah saatnya bagi bibi bawang untuk bertindak menggunakan kepekaanmu untuk membantu alih-alih menghakimi mereka. Tolong jaga perasaan penerima dengan tidak memposting fotonya,” dukung Maureen Danau.

Sejak marak Bendea Putih, tagar #kitajagakita terkenal di Twitter.

Kebijakan lockdown terbaru di Malaysia yang dilakukan untuk melawan lonjakan kasus Covid-19 berisiko memangkas sebanyak dua poin persentase dari pertumbuhan ekonomi Negeri Jiran tahun ini.

Perdana Menteri Tan Sri Muhyidin Yassin mengumumkan rencana Bantuan Rehabilitasi untuk menyalurkan bantuan baru kepada warga Malaysia. Di antara yang termasuk dalam paket RM150 miliar adalah Bantuan Khusus Covid-19, Moratorium dan fasilitas penarikan EPF i-Citra.*

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Internet dan Telekomunikasi Putus di Seluruh Suriah

Internet dan Telekomunikasi Putus di Seluruh Suriah

Kelompok Bersenjata Culik Seratusan Siswa Sekolah Islam Nigeria

Kelompok Bersenjata Culik Seratusan Siswa Sekolah Islam Nigeria

Bosan di Israel, 9 Ribu Orang Ingin Eksodus ke Berlin

Bosan di Israel, 9 Ribu Orang Ingin Eksodus ke Berlin

Tiga Bulan Normalisasi dengan ‘Israel’,  UEA Kini Dukung Pernyataan Islamofobia Macron

Tiga Bulan Normalisasi dengan ‘Israel’, UEA Kini Dukung Pernyataan Islamofobia Macron

Da’i Muslim Uighur Mogok Makan dalam Tahanan

Da’i Muslim Uighur Mogok Makan dalam Tahanan

Baca Juga

Berita Lainnya