Jum'at, 17 September 2021 / 10 Safar 1443 H

Internasional

Merebak di Pedesaan,Varian India Merambah Belasan Negara Afrika

Bagikan:

Hidayatullah.com—Coronavirus penyebab Covid-19 varian Delta, yang pertama kali terdeteksi di India, menurut laporan Associated Press sekarang sudah terdeteksi di 14 negara Afrika, diantaranya Kongo, Mozambique, Namibia, Uganda, Afrika Selatan dan Zimbabwe, dan tidak hanya menyebar di daerah perkotaan tetapi juga di pedesaan.

Di Zimbabwe, tiga dari empat distrik yang ada menjalani lockdown ketat dan pusat-pusat penularan tersebar di pedesaan di Provinsi Mashonaland West, yang akhir pekan lalu melaporkan 801 kasus baru. Pusat-pusat penularan lain di negara itu juga kebanyakan berada di pedesaan.

“… Sekarang tragedi tampak di depan mata,” kata Dr Johannes Marisa, presiden organisasi Medical and Dental Private Practitioners of Zimbabwe Association di Harare, yang berbicara kepada Associated Press sebagai bagian dalam laporannya tentang dampak Covid-19 di seluruh penjuru Afrika.

“Kita akan melihat banyak kematian, khususnya kenaikan dari daerah-daerah di pedesaan. Covid sekarang muncul dari daerah pedesaan,” kata Marisa, menuding kurangnya informasi dan vaksinasi Covid-19 untuk pedesaan karena kebijakan pemerintah terlalu memprioritaskan daerah perkotaan.

Virus juga dapat menyebar saat pemakaman, ketika orang-orang yang merantau di perkotaan kembali pulang menemui sanak dan kerabat mereka di kampung. “Saya menghadiri satu upacara pemakaman di kampung belum lama ini dan orang-orang terkejut melihat saya mengenakan masker,” kata Marisa, seperti dilansir Associated Press (30/6/2021).

Daerah pedesaan kurang dilengkapi perangkat untuk mengatasi wabah, sementara fasilitas-fasilitas kesehatan di perkotaan kewalahan kedatangan pasien yang berasal dari daerah pedesaan.

Penduduk desa kesulitan memperoleh vaksin karena sistem kesehatan masyarakat yang lemah dan banyak masalah dalam pendistribusian vaksin. Hanya 1% dari 1,3 miliar penduduk Afrika yang sudah disuntik vaksin Covid-19, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Africa Centers for Disease Control.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

AS Geram, Ribuan Dokumen Perang Afghanistan Bocor

AS Geram, Ribuan Dokumen Perang Afghanistan Bocor

Bom Mengguncang Rusia dan Riyadh

Bom Mengguncang Rusia dan Riyadh

Karzai Sambut Baik Kantor Taliban di Qatar

Karzai Sambut Baik Kantor Taliban di Qatar

Penampungan Pengungsi Diserang, Polisi Belanda Tangkap Belasan Tersangka

Penampungan Pengungsi Diserang, Polisi Belanda Tangkap Belasan Tersangka

Paus Fransiskus: Gereja Larang Kontrasepsi, Tapi Jangan Beranak seperti Kelinci

Paus Fransiskus: Gereja Larang Kontrasepsi, Tapi Jangan Beranak seperti Kelinci

Baca Juga

Berita Lainnya