Jum'at, 24 September 2021 / 17 Safar 1443 H

Internasional

Uzbekistan, Negara Mayoritas Islam yang Batasi Praktik Islam

Di Uzbekistan, aktivitas mengajarkan Al-Quran pada anak-anak dianggap sebagai salah satu perbuatan 'radikal' dan terorisme
Bagikan:

Hidayatullah.com — Pihak berwenang di Uzbekistan sekali lagi menampilkan kebijakan yang membatasi dan mengendalikan praktik Islam. Setelah beberapa tahun melonggarkan kebijakan kerasnya terhadap interpretasi yang tidak disetujui negara.

Menurut sebuah laporan RFE/RL, pemerintah dalam beberapa bulan terakhir telah menarik sekitar 1.500 siswa studi Islam di Mesir dan Turki.

Pemerintah belum menjelaskann alasannya menarik mereka. Diyakini pemulangan siswa ini sebagai bagian dari peningkatan pembatasan yang diterapkan oleh Uzbekistan pada praktik Islam.  Ini terjadi meskipun Uzbekistan merupakan negara dengan mayoritas Muslim lebih dari 80 persen.

Namun, pembatasan tentang bagaimana orang Uzbek belajar Islam sekarang diperluas hingga ke studi di luar negeri. Sebagaimana dilaporkan salah satu perwakilan dari kedutaan Uzbekistan di Kairo kepada RFE/RL. Universitas Al-Azhar di Kairo sekarang hanya menerima warga negara Uzbekistan dengan beberapa syarat. Salah satunya ialah mereka harus mendapat persetujuan komite negara urusan agama pemerintah.

Diplomat itu juga menyatakan keprihatinannya bahwa administrasi Al-Azhar melaporkan bahwa ratusan siswa Uzbekistan tidak mengikuti kursus atau ujian mereka. Ini menunjukkan bahwa mereka mungkin belajar di tempat lain di lembaga yang meragukan dan tidak dikenal. Banyak dari siswa tersebut dilaporkan berasal dari daerah paling konservatif di Uzbekistan di lembah Ferghana.

Di Uzbekistan memperoleh pendidikan Islam swasta, yang tidak dikendalikan oleh negara, adalah hal yang dilarang. Namun, sekolah negeri tidak mengajarkan pelajaran agama. Sebenarnya mereka yang ingin melanjutkan studi Islam dapat melakukannya di madrasah. Akan tetapi sangat terbatasnya madrasah membuat hal itu sulit.

Sejak berkuasa pada 2016, Presiden Shavkat Mirziyoyev mencabut beberapa pembatasan praktik Islam yang diberlakukan oleh mendiang pendahulunya Islam Karimov. Islam Karimov telah memerintah dengan tangan besi sejak negara Asia Tengah itu memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada 1991.

Pada bulan April, Kebijakan Luar Negeri melaporkan bahwa negara itu sedang mengalami “kebangkitan agama online”. Dengan banyak orang Uzbek mencari pelajaran Islam yang lebih ketat dan tanpa pengawasan di Internet. Ini membuat beberapa analis percaya hal itu dapat mengarah pada penyebaran ekstremisme.

Rep: Nashirul Haq
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

‘Israel’ dan Uni Eropa Bahas Rencana Jalur Kereta Api antara Negara-negara Mediterania dan Teluk

‘Israel’ dan Uni Eropa Bahas Rencana Jalur Kereta Api antara Negara-negara Mediterania dan Teluk

Pewaris Samsung Divonis 5 Tahun Penjara Terkait Kasus Korupsi Presiden Korsel

Pewaris Samsung Divonis 5 Tahun Penjara Terkait Kasus Korupsi Presiden Korsel

Patani dan ‘National Identity’ Thailand Selatan

Patani dan ‘National Identity’ Thailand Selatan

Sedikitnya Seratus Orang Tewas Akibat Kembang Api di Kuil Hindu di Kerala

Sedikitnya Seratus Orang Tewas Akibat Kembang Api di Kuil Hindu di Kerala

Jelang pemilu, Parlemen Israel Sepakat Bubarkan Diri

Jelang pemilu, Parlemen Israel Sepakat Bubarkan Diri

Baca Juga

Berita Lainnya