Jum'at, 22 Oktober 2021 / 16 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Sejumlah Wilayah di AS Terancam Gelombang Panas, Kekeringan dan Karhutla

Reuters
Petugas sedang mengamati pergerakan api di kawasan Rocky, California 30 Juli 2015.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Temperatur panas yang melanda wilayah Amerika Serikat di bagian barat daya akan terus naik pekan ini, mencapai lebih dari 120°F (49°C) di sejumlah daerah, memperparah kondisi yang sudah menghadapi kekeringan dan menaikkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Suhu panas ekstrem akan dirasakan di banyak daerah di Utah, di bagian selatan dan tengah Califirnia, Nevada dan Arizona, lansir The Guardian Senin (14/6/2021).

Lebih dari 48 juta orang di bagian barat sekarang harus memperhatikan peringatan bahaya gelombang panas dari National Weather Service, yang memprediksi rekor baru suhu panas akan terjadi di Nevada dan Arizona, berikut rekor baru di sejumlah kota dalam beberapa hari ke depan.

“Tipe panas seperti ini tidak biasa untuk bulan Juni,” kata Julie Malingowski, seorang pakar cuaca di National Weather Service (NWS), seraya menambahkan bahwa kebanyakan gelombang panas biasanya terjadi di bagian barat AS pada bulan Juli dan Agustus.

Gelombang panas meningkatkan risiko karhutla di bagian barat AS, yang beberapa tahun belakangan sudah mengalami kekeringan.

National Interagency Fire Center mengatakan potensi karhutla diprediksi akan terjadi di enam negara bagian, dengan dorongan angin panas melebihi kecepatan 40 mil per jam di daerah dekat pesisir Pasifik.

Operator layanan listrik di California memperingatkan suhu panas dapat menimbulkan gangguan pada jaringan dan mendesak warga agar bersiap menghadapi gangguan, meskipun untuk sementara waktu belum ada prediksi pemadaman listrik, kata  California Independent System Operator (ISO) dalam sebuah pernyataan.

Warga diimbau untuk tetap berada di dalam ruangan sebisa mungkin selama gelombang panas menerpa daerah mereka, cukup asupan cairan untuk tubuh, dan memastikan tidak ada orang maupun hewan yang dibiarkan lama di dalam kendaraan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Menlu Turki akan Hadiri Pelantikan Donald Trump dan Bahas Ekstradisi Gulen

Menlu Turki akan Hadiri Pelantikan Donald Trump dan Bahas Ekstradisi Gulen

Pemerintah Prancis Mengakui Sistem Hukumnya Gagal Terkait Kasus Serangan di Gereja

Pemerintah Prancis Mengakui Sistem Hukumnya Gagal Terkait Kasus Serangan di Gereja

Tahun 2015 Kapasitas Mataf 105.000

Tahun 2015 Kapasitas Mataf 105.000

China Buka 2000 Restoran Berlabel “Halal” Sambut Olimpiade

China Buka 2000 Restoran Berlabel “Halal” Sambut Olimpiade

Rapper Jerman Anggota ISIS Diduga Tewas di Suriah

Rapper Jerman Anggota ISIS Diduga Tewas di Suriah

Baca Juga

Berita Lainnya