Jum'at, 11 Juni 2021 / 30 Syawwal 1442 H

Internasional

Paus Fransiskus Menolak Pengunduran Diri Kardinal Reinhard Marx

Bagikan:

Hidayatullah.com—Paus Fransiskus tidak mengabulkan permohonan pengunduran diri Uskup Agung Jerman berkaitan dengan penanganan gereja atas kasus-kasus pelanggaran seksual.

Kardinal Reinhard Marx pekan lalu mengajukan pengunduran diri karena merasa Gereja Katolik Jerman gagal mengatasi kasus pelanggaran seksual yang banyak terjadi di lingkungan gereja.

Dalam sebuah surat yang mengejutkan, rohaniwan Katolik itu mengatakan bahwa Gereja Katolik menghadapi “jalan buntu” tetapi dia berharap dengan pemberhentian dirinya maka hal itu akan menjadi “titik balik”.

Akan tetapi, hari Kamis (10/6/2021) Vatikan menolak pengunduran dirinya dan mengatakan Kardinal Marx harus tetap menjadi Uskup Agung Munich dan Freising.

Paus Fransiskus berterima kasih atas “keberanian” Marx, tetapi menolak untuk melepaskannya dari tugasnya, seraya menegaskan bahwa proses reformasi perlu dilakukan dan setiap pemimpin gereja harus betanggung jawab mengatasi krisis itu.

“Saya sepakat dengan Anda bahwa kita sedang menghadapi malapetaka: sejarah menyedihkan berupa pelanggaran seksual dan cara Gereja mengatasinya sejak dulu kala sampai baru-baru ini,” kata Paus Fransiskus dalam surat penolakannya. Namun, tegas Paus, dia ingin Marx tetap menjabat.

Marx, yang merupakan presiden German Bishops’ Conference (DBK) tahun 2014 sampai 2020, menghebohkan Gereja Katolik dengan pernyataan pengunduran dirinya peka lalu.

Sebuah laporan tahun 2018 DBK perihal pelanggaran seksual mengungkap bahwa 3.677 children telah dicabuli oleh 1.670 rohaniwan gereja.

Skandal seksual di lingkungan Gereja Katolik Jerman mengakibatkan pengunduran diri sekitar 270.000 pejabat.

“Sebagai seorang uskuo, saya memiliki ‘tanggungbjawab kelembagaan’ atas tindakan-tindakan Gereja secara keseluruhan dan atas masalah-masalah institusionalnya serta kegagalan-kegagalannya di masa lalu,” kata Marx dalam suratnya seperti dilansir Euronews.

“Saya khawatir terhadap fakta yang semakin jelas beberapa bulan belakangan yaitu adanya upaya untuk mengabaikan penyebab dan bencana sistemik, atau jika kita mau menudingnya yaitu pertanyaan-pertanyaan (masalah) teologis mendasar, serta penyederhanaan proses dari upaya menangani masalah di masa lalu menjadi sekedar perbaikan administratif,” kata Marx.

Gereja Katolik dinilai oleh para korban pencabulan ileh rohaniwan dan keluarganya terlalu lamban dalam menangani masalah yang sudah berlangsung sangat lama ini, dan bahkan menganggap pelanggaran seksual yang terjadi sengaja ditutup-tutupi oleh Gereja dan petingginya.* 

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Syeikh Hamid, Musnid Indonesia pengganti Syeikh Yasin Wafat di Makkah

Syeikh Hamid, Musnid Indonesia pengganti Syeikh Yasin Wafat di Makkah

Larangan Dibatalkan, Majorca Kembali Gelar Adu Banteng

Larangan Dibatalkan, Majorca Kembali Gelar Adu Banteng

Partai Aung San Suu Kyi Ajukan Bekas Sopirnya Sebagai Calon Presiden Myanmar

Partai Aung San Suu Kyi Ajukan Bekas Sopirnya Sebagai Calon Presiden Myanmar

Indahnya Berdakwah melalui Tulisan bersama Salim A Fillah di Madinah

Indahnya Berdakwah melalui Tulisan bersama Salim A Fillah di Madinah

Menhan Tunisia Zbidi Akan Amandemen Konstitusi Apabila Jadi Presiden

Menhan Tunisia Zbidi Akan Amandemen Konstitusi Apabila Jadi Presiden

Baca Juga

Berita Lainnya