Kamis, 27 Januari 2022 / 23 Jumadil Akhir 1443 H

Internasional

Laporan: Jumlah Masjid dan Jamaah Muslim Terus Bertambah di Amerika Serikat

Semarak Ramadhan 2021 di AS (QZ)
Bagikan:

Hidayatullah.com–Jumlah masjid terus tumbuh dengan kecepatan yang stabil di seluruh AS, menurut sebuah laporan yang mengidentifikasi 2.769 masjid pada tahun 2020. Perluasan populasi Muslim di Amerika karena imigrasi, tingkat kelahiran adalah kekuatan pendorong, kata sebuah laporan.

“Ini merupakan peningkatan 31% dari jumlah tahun 2010 sebanyak 2.106,” kata laporan bertajuk, “Masjid Amerika 2020: Tumbuh dan Berkembang,” yang dirilis hari Rabu.  “Tidak diragukan lagi, kekuatan pendorong utama untuk peningkatan masjid adalah perluasan populasi Muslim di Amerika karena imigrasi dan tingkat kelahiran,” tambah laporan itu dikutip Anadolu Agency.

Sponsor utama survei ini termasuk Islamic Society of North America (ISNA), Center on Muslim Philanthropy, Institute for Social Policy and Understanding (ISPU) dan Association of Statisticians of American Religious Bodies (ASARB).  Jumlah jamaah masjid juga bertambah, menurut laporan tersebut.

Sholat Jumat mingguan rata-rata 410 hadirin pada tahun 2020, dibandingkan dengan 353 pada tahun 2010 — meningkat 16%.  “Hampir tiga perempat (72%) masjid mencatat peningkatan kehadiran Jum’at 10% atau lebih,” kata laporan itu.

Tapi orang yang memeluk Islam melalui masjid menurun “secara dramatis.” “Dari 15,3 mualaf per masjid pada 2010, rata-rata jumlah mualaf pada 2020 adalah 11,3,” katanya. “Alasan utamanya adalah penurunan mualaf Afrika-Amerika, terutama di masjid-masjid Afrika-Amerika.”

Selain itu, masjid menjadi lebih pinggiran kota, menurut laporan yang mengutip penurunan besar yang terjadi pada jumlah masjid yang terletak di kota-kota atau kota-kota kecil dan daerah pusat kota kota-kota besar.  Masjid-masjid di kota-kota dan kota-kota kecil menurun dari 20% pada 2010 menjadi 6% pada 2020.

“Penyebab yang jelas adalah berkurangnya populasi Muslim di kota-kota kecil ini karena mengeringnya lapangan kerja di daerah-daerah tersebut dan perpindahan kaum muda, anak-anak pendiri masjid, dan aktivis ke kota-kota besar untuk pendidikan dan pekerjaan,” kata laporan.  “Pada tahun 2010, 17% masjid ditemukan di pusat kota, tetapi pada tahun 2020 angka itu turun menjadi 6%. Penurunan ini kemungkinan besar terkait dengan penurunan masjid Afrika-Amerika dan perpindahan umum masjid ke lokasi pinggiran kota,” kata laporan. *

 

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

UEA Tutup Kantor Organisasi Asing

UEA Tutup Kantor Organisasi Asing

Cegah Sabotase dan Bom, Warga Mesir Bisa Gratis Naik Transportasi Umum

Cegah Sabotase dan Bom, Warga Mesir Bisa Gratis Naik Transportasi Umum

Belanda Larang Merokok

Belanda Larang Merokok

Houthi kelompok teroris

Untuk Pertama Kali Suriah Hadiri Pertemuan Liga Arab

Gereja di Vierzon Kemungkinan Menjadi Masjid

Gereja di Vierzon Kemungkinan Menjadi Masjid

Baca Juga

Berita Lainnya