Sabtu, 16 Oktober 2021 / 10 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Presiden Angola Minta Maaf Atas Pembantaian Mei 1977

Bagikan:

Hidayatullah.com—Presiden Angola João Lourenço meminta maaf kepada korban dan keluarga mereka yang dibunuh dalam pembantaian Mei 1977 dan meminta maaf atas nama pemerintah.

Ribuan orang, termasuk banyak intelektual muda dan aktivis partai, dijebloskan ke penjara, disiksa dan dibunuh menyusul perpecahan dalam partai penguasa People’s Movement for the Liberation of Angola (MPLA).

Amnesty International mengatakan 30.000 meninggal dalam aksi pembersihan itu. Sebagian kalangan menganggap tidak kurang dari 90.000 kehilangan nyawanya, lansir BBC Kamis (27/5/2/21).

Dalam pidatonya yang ditujukan kepada seluruh anak bangsa, Presiden Lourenço menyebut pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan oleh pasukan pemerintah merupakan “kejahatan besar”.

Dia menyebut sikap dan tindakan pemerintahan kala itu “berlebihan dan ekstrem”.

Namun, ini bukan lagi saatnya saling menudingkan kesalahan, kata Lourenço.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan pencarian terhadap sisa-sisa jasad sejumlah tokoh sejarah yang dibunuh dan akan mengembalikannya kepada keluarga mereka.

“Permintaan maaf dan pengampunan publik ini bukan sekedar kata-kata, ini mencerminkan rasa penyesalan kami yang mendalam dan keinginan kuat kami untuk mengakhiri penderitaan yang senantiasa menghantui keluarga-keluarga ini selama bertahun-tahun, yang tidak mengetahui bagaimana nasib orang-orang yang mereka cintai,” kata Presiden Lourenço.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Ancaman Tak Terbukti, Amerika Buka Kembali Kedutaannya

Ancaman Tak Terbukti, Amerika Buka Kembali Kedutaannya

Eks Bos Sepakbola Afghanistan Buronan Kasus Kekerasan Seksual

Eks Bos Sepakbola Afghanistan Buronan Kasus Kekerasan Seksual

Cara Baru Bersedekah, Kulkas Berisi Makanan untuk Warga Miskin

Cara Baru Bersedekah, Kulkas Berisi Makanan untuk Warga Miskin

Luxembourg Negara Pertama yang Gratiskan Trasportasi Umum untuk Semua

Luxembourg Negara Pertama yang Gratiskan Trasportasi Umum untuk Semua

Inggris Kembali Tangguhkan Dana untuk Oxfam Menyusul Tuduhan Baru Eksploitasi Seksual

Inggris Kembali Tangguhkan Dana untuk Oxfam Menyusul Tuduhan Baru Eksploitasi Seksual

Baca Juga

Berita Lainnya