Ahad, 26 September 2021 / 18 Safar 1443 H

Internasional

Berkomunikasi Via Telepon, Hubungan Raja Salman dan Erdogan Kembali Hangat

Bagikan:

Hidayatullah.com– Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz membahas hubungan bilateral dalam panggilan telepon pada hari Selasa (4/5/2021), kata kepresidenan Turki. Percakapan kedua pemimpin negara itu dilakukan dalam waktu kurang dari sebulan, kutip Reuters.

Erdogan juga menyampaikan harapan terbaiknya kepada Raja Salman untuk liburan Idul Fitri yang akan datang. Sebaliknya, Raja Salman berterima kasih kepada Presiden Turki, dan meminta agar Yang Mahakuasa memberkahi semua Muslim pada kesempatan itu, kutip Arab News.

Turki berusaha meningkatkan hubungan dengan negara Teluk Arab setelah keduanya dilanda krisis atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul pada 2018 oleh regu pembunuh Arab Saudi. Tahun lalu, pengusaha Saudi mendukung aksi boikot tidak resmi atas barang-barang Turki sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut ‘permusuhan dari Ankara’, memangkas nilai perdagangan sebesar 98%.

Masyarakat internasional telah menyalahkan pihak berwenang Saudi atas pembunuhan Khashoggi, yaitu Putra Mahkota Mohammad Bin Salman (MBS). Keberadaan tubuh Khashoggi pun hingga masih belum diketahui.

Selain insiden Khashoggi, pemulihan hubungan Arab Saudi dengan Israel, dukungan terhadap kudeta di Mesir dan sikapnya terhadap Libya dan Suriah telah menjadi poin perselisihan lain antara Ankara dan Riyadh.

Juru bicara Erdogan Ibrahim Kalin mengatakan kepada Reuters bulan lalu bahwa Erdogan dan Raja Salman memiliki hubungan yang baik. Pada bulan April menteri luar negeri kedua negara telah setuju untuk bertemu.

Pembicaraan hari Selasa terjadi sehari menjelang pertemuan antara pejabat Turki dan Mesir di Kairo, langkah terbaru Turki untuk memperbaiki hubungan dengan kekuatan Arab sekutu AS lainnya.  Turki mengatakan pada bulan Maret pihaknya telah memulai pembicaraan dengan Mesir untuk mencoba meningkatkan hubungan yang runtuh setelah militer Mesir menggulingkan presiden sah dari Ikhwanul Muslimin, dan dipilih secara demokratis pada tahun 2013, dalam apa yang dikatakan Ankara sebagai kudeta militer.*

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Penghinaan Al-Qur’an di Penjara Guantanamo

Penghinaan Al-Qur’an di Penjara Guantanamo

Pakistan Menuduh India Bersiap untuk ‘Serangan Bedah’

Pakistan Menuduh India Bersiap untuk ‘Serangan Bedah’

Fidel Castro: AS Menunjukkan Kelemahannya

Fidel Castro: AS Menunjukkan Kelemahannya

Pemimpin Aliran Sesat Malaysia Diduga Lari ke Indonesia

Pemimpin Aliran Sesat Malaysia Diduga Lari ke Indonesia

Klinik Ganja Medis Dibuka di Inggris

Klinik Ganja Medis Dibuka di Inggris

Baca Juga

Berita Lainnya