Selasa, 6 April 2021 / 23 Sya'ban 1442 H

Internasional

Yordania Tuduh Mossad Terlibat Upaya Kudeta yang Gagal

Mantan Putra Mahkota Yordania
Bagikan:

Hidayatullah.com — Pemerintah Yordania mengklaim pengusaha ‘Israel’ menawarkan bantuan pada pangeran yang ditangkap adalah agen mata-mata Mossad. Sementara pengusaha tersebut menekankan bahwa dia hanya teman pangeran, Axios melaporkan.

Seorang pengusaha ‘Israel’ yang memiliki hubungan dengan pemerintah AS telah menghubungi mantan Putra Mahkota Yordania Hamzah bin Hussein ketika dia menjalani tahanan rumah pada hari Sabtu (03/04/2021). Pengusaha tersebut juga mengusulkan untuk mengirim jet pribadi untuk membawa istri dan anak-anaknya ke Eropa.

Pemerintah Yordania mengklaim bahwa Pangeran Hamzah dan rekan-rekannya berkonspirasi melawan Raja Abdullah dengan orang-orang di luar Yordania.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan pada konferensi pers hari Ahad (04/04/2021) bahwa seseorang yang memiliki koneksi ke layanan keamanan asing telah mendekati istri Pangeran Hamzah dan menawarkan untuk mengatur jet pribadi untuk mengawal dia dan keluarganya ke negara asing.

Beberapa jam kemudian kantor berita Yordania Ammon menerbitkan sebuah artikel yang mengklaim seorang mantan perwira Mossad dan orang ‘Israel’ bernama Roy Shaposhnik berada di balik tawaran tersebut.

Shaposhnik sendiri menghubungi dan memberikan pernyataan yang membantah klaim pemerintah Yordania bahwa dia terlibat dalam dugaan kudeta. Dia mengatakan bahwa dia tidak pernah menjadi perwira Mossad tetapi membenarkan bahwa dia mengusulkan bantuan kepada Pangeran Hamza dan keluarganya sebagai bagian dari persahabatan mereka.

“Saya seorang ‘Israel’ yang tinggal di Eropa. Saya tidak pernah bertugas dalam peran apa pun di dinas intelijen Israel,” ungkap Shaposhnik. “Saya tidak tahu apa-apa tentang peristiwa yang terjadi di Yordania atau orang-orang yang terlibat. Saya adalah teman dekat Pangeran Hamzah.”

Dia menambahkan bahwa dia ingin membantu istri pangeran dan anak-anak mereka di masa sulit ini.

Shaposhnik, 41, adalah seorang agen politik di partai sentris Kadima di ‘Israel’ 15 tahun lalu. Dia menjabat sebagai penasihat Perdana Menteri Ehud Olmert.

Kemudian dia pergi ke sektor swasta dan bekerja untuk perusahaan keamanan pengusaha A.S. Erik Prince. Setelah beberapa tahun ia mendirikan perusahaannya sendiri, RS Logistics Solutions, yang memberikan layanan kepada Departemen Luar Negeri AS dan pemerintah lain di seluruh dunia.

Perusahaan Shaposhnik juga menyediakan layanan logistik kepada perusahaan Prince saat melatih tentara Irak di Yordania. Ini adalah saat dia bertemu Pangeran Hamzah melalui seorang teman. Pasangan itu dan keluarga mereka menjadi teman dekat.

Pada Sabtu (03/04/2021) pagi, Pangeran Hamzah mengirim pesan teks kepada Shaposhnik yang memberitahunya bahwa dia telah ditempatkan dalam tahanan rumah.

Seorang sumber yang mengetahui masalah ini memberi tahu bahwa Shaposhnik segera mengirim pesan teks kepada istri Pangeran Hamzah dan mengusulkan untuk mengirim jet untuk menjemputnya dan anak-anak mereka sampai situasinya membaik.

Sejak itu, Shaposhnik tidak memiliki kontak dengan Pangeran Hamzah dan keluarganya, yang menjalani tahanan rumah dan tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan dunia luar, kata sumber itu.*

Rep: Fida A.
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Setelah Pengusiran Bantuan Internasional, Kondisi Kesehatan Rohingya Kian Memburuk

Setelah Pengusiran Bantuan Internasional, Kondisi Kesehatan Rohingya Kian Memburuk

Arab Saudi Perbolehkan Penerbangan UEA-‘Israel’ Lewati Wilayah Udaranya

Arab Saudi Perbolehkan Penerbangan UEA-‘Israel’ Lewati Wilayah Udaranya

Gladstone, Gereja Pertama Kaum Homo di Rio de Janeiro

Gladstone, Gereja Pertama Kaum Homo di Rio de Janeiro

Disokong Ilmuwan, Kopi Jadi Sumber Devisa Uganda

Disokong Ilmuwan, Kopi Jadi Sumber Devisa Uganda

Polisi Malaysia: Parodi Indonesia Raya Dibuat Oleh Orang Indonesia di Indonesia

Polisi Malaysia: Parodi Indonesia Raya Dibuat Oleh Orang Indonesia di Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya