Rabu, 31 Maret 2021 / 18 Sya'ban 1442 H

Internasional

Kepala Dewan Ulama Afghanistan Wafat Dalam Ledakan Ranjau

Dewan Ulama Afghanistan wafat AP
Ledakan bom membunuh 15 anggota oposisi Suriah di Daraa
Bagikan:

Hidayatullah.comDua warga sipil dan seorang tokoh agama senior dari Dewan Ulama wafat dalam ledakan ranjau darat di Afghanistan, di tengah upaya negara itu untuk menghidupkan kembali proses perdamaian.

Dilansir Anadolu Agency pada Rabu (31/03/2021), komando polisi provinsi di provinsi utara Takhar yang berbatasan dengan Tajikistan melaporkan Abdul Samad Mohammadi, kepala Dewan Ulama Afghanistan, wafat setelah bom magnet yang dipasang di mobilnya meledak.

Dikatakan insiden itu terjadi pada sore hari di kota Taluqan.

Pihak berwenang setempat menuduh Taliban berada di balik pemboman ini, namun kelompok tersebut belum mengklaim bertanggung jawab.

Secara terpisah, ledakan bom di provinsi utara Balkh lainnya yang berbatasan dengan Uzbekistan merenggut nyawa dua warga sipil dan menyebabkan 16 lainnya luka-luka.

Di antara yang tewas termasuk seorang anak dan di antara yang terluka adalah tiga tentara, kata pemerintah provinsi.

Sejalan dengan upaya yang bertujuan untuk meremajakan proses perdamaian, Afghanistan telah diguncang oleh pembunuhan terarah terhadap pejabat pemerintah, tokoh agama terkemuka, dan aktivis masyarakat sipil dalam beberapa bulan terakhir.*

Rep: Nashirul Haq
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Penculik Bebaskan Personel Keamanan Mesir

Penculik Bebaskan Personel Keamanan Mesir

3236 Mahasiswa Universitas Islam Madinah Diwisuda

3236 Mahasiswa Universitas Islam Madinah Diwisuda

Di Malaysia Sekarang Perusahaan Bisa Dijerat Kasus Korupsi

Di Malaysia Sekarang Perusahaan Bisa Dijerat Kasus Korupsi

Polisi Identifikasi Pelaku Serangan Charlie Hebdo, Yang Termuda Menyerahkan Diri

Polisi Identifikasi Pelaku Serangan Charlie Hebdo, Yang Termuda Menyerahkan Diri

Erdogan Peringatkan Manipulasi Ekonomi di Turki

Erdogan Peringatkan Manipulasi Ekonomi di Turki

Baca Juga

Berita Lainnya