Senin, 29 Maret 2021 / 15 Sya'ban 1442 H

Internasional

Sudan Menandatangani Kesepakatan dengan Faksi Pemberontak untuk Pembicaraan Damai di Masa Depan

sudan kesepakatan pemberontak
Wakil Kepala Dewan Kedaulatan Sudan Mohamed Hamdan Dagalo
Bagikan:

Hidayatullah.com Sudan menandatangani kesepakatan pada Ahad (28/03/2021) dengan faksi pemberontak untuk membantu memandu negosiasi perdamaian di masa depan. Pemerintah transisi Sudan berjuang untuk mengakhiri konflik internal negara itu.

Kepala negara Sudan, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, menandatangani “deklarasi prinsip” dengan Abdelaziz al-Hilu, kepala Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara (SPLM-N), lansir Middle East Eye.

Prinsip-prinsip tersebut mencakup penyatuan angkatan bersenjata dan mendirikan negara sekuler yang demokratis dengan kebebasan beragama.

“Hal berikutnya adalah kedua pihak akan melanjutkan pembicaraan tiga minggu dari sekarang,” pungkas pejabat tim mediasi Ramadan Goch kepada AFP.

“Mereka sekarang akan mengatur tim mereka dan bersiap untuk melanjutkan pembicaraan damai.”

Penandatanganan kesepakatan antara pemerintah Sudan dan pemberontak itu untuk memandu pembicaraan damai di masa depan dilakukan setelah Bank Dunia mengatakan akan memberi Sudan $ 2 miliar dalam bentuk hibah dari Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA) bank tersebut.

Khartoum mengatakan $ 63 juta akan tersedia untuk dukungan anggaran dan dukungan kesejahteraan.

Pemerintah transisi Sudan, yang terdiri dari warga sipil dan tentara, telah menjadikan perdamaian dengan kelompok pemberontak negara itu sebagai prioritas utama.

Pada bulan Oktober, perjanjian bersejarah ditandatangani dengan Front Revolusioner Sudan, sebuah aliansi kelompok pemberontak dari wilayah Darfur, Nil Biru, dan Kordofan Selatan.

Cabang Gerakan Pembebasan Sudan yang dipimpin oleh Abdelwahid Nour di Darfur menolak untuk menandatangani.

Rep: Fida A.
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Halat Ammar Sediakan 50.000 Al-Qur`an untuk Jamaah Haji

Halat Ammar Sediakan 50.000 Al-Qur`an untuk Jamaah Haji

Prancis dan Inggris Anjurkan Pemerintahan Transisi Mesir

Prancis dan Inggris Anjurkan Pemerintahan Transisi Mesir

Mantan Wapres AS Dick Cheney: Interogator CIA Pahlawan bukan Penyiksa

Mantan Wapres AS Dick Cheney: Interogator CIA Pahlawan bukan Penyiksa

Eks Kepala Intelijen Afsel: Ada Hubungan Erat antara Zuma dan Keluarga Gupta

Eks Kepala Intelijen Afsel: Ada Hubungan Erat antara Zuma dan Keluarga Gupta

Ibu Negara Namibia akan Sumbangkan Semua Hartanya Bila Wafat

Ibu Negara Namibia akan Sumbangkan Semua Hartanya Bila Wafat

Baca Juga

Berita Lainnya