Senin, 25 Oktober 2021 / 18 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Polisi Turki Tangkap Puluhan Pendukung Mahasiswa Univ Bogazici

Bagikan:

Hidayatullah.com—Polisi Turki menangkap puluhan orang yang berkerumun di luar gedung pengadilan hari Jumat (26/3/2021) untuk menunjukkan solidaritas terhadap 12 mahasiswa yang ditahan karena membentangkan bendera warna-warni LGBT.

Mahasiswa dan fakultas di Universitas Bogazici, sebuah perguruan tinggi ternama di Istanbul, sejak bulan Januari menentang penunjukan rektor baru yang dipilih oleh Presiden Recep Tayyip Erdoga dan miliki keterkaitan dengan partainya, AKP. Polisi dan mahasiswa sudah bentrok berkali-kali.

Selusin mahasiswa tersebut ditangkap hari Kamis setelah mereka menampakkan bendera LGBT saat melakukan unjuk rasa.

Selain memprotes penunjukan rektor baru, pengunjuk rasa juga memprotes keputusan Erdogan yang mengeluarkan Turki dari pakta Eropa, yang dikenal sebagai Istanbul Convention, yang bertujuan untuk melindungi kaum Hawa dari tindakan kekerasan. Pemerintahan Erdogan berargumen Istanbul Convention “menormalkan homoseksualitas”.

Sementara pengadilan memeriksa para mahasiswa yang ditahan hari Jumat, polisi meringkus 42 orang pendukung mereka di luar gedung pengadilan, lapor koran beraliran condong ke kiri Evrensel dan sejumlah media Turki lain, lansir Associated Press.

Kedua belas mahasiswa itu kemudian dibebaskan dengan syarat mereka secara rutin melapor ke pihak berwenang.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Di Video, ISIS/ISIL Ancam akan Menghabisi Hamas

Di Video, ISIS/ISIL Ancam akan Menghabisi Hamas

Kereta Minyak Terbakar, Warga 2 Kota di West Virginia – Amerika Diungsikan

Kereta Minyak Terbakar, Warga 2 Kota di West Virginia – Amerika Diungsikan

Menyebut Terjadi Korupsi, USAID Hentikan 14 Penyalur Bantuan untuk Suriah dari Turki

Menyebut Terjadi Korupsi, USAID Hentikan 14 Penyalur Bantuan untuk Suriah dari Turki

Menengok Lebaran Ala Mahasiswa Indonesia di Mesir

Menengok Lebaran Ala Mahasiswa Indonesia di Mesir

Wakil PM Australia Mundur karena Skandal dengan Staf Wanita

Wakil PM Australia Mundur karena Skandal dengan Staf Wanita

Baca Juga

Berita Lainnya