Sabtu, 23 Oktober 2021 / 16 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Umat Islam Turki Berdoa Jelang Malam Nisfu Sya’ban

Umat Islam di Turki hari Sabtu berdoa di malam nisfu sya’ban atau juga dikenal sebagai Lailat al-Barat
Bagikan:

Hidayatullah.com–Umat Islam di Turki hari Sabtu berdoa di malam nisfu sya’ban atau juga dikenal sebagai Lailat al-Barat. Malam Lailatul Barat, adalah malam pengampunan dan keselamatan, demikian pesan Direktorat Urusan Agama Turki, dikutip Anadolu Agency.

Lailatul-Barat adalah malam tanggal 15 Sya’ban dalam kalender Hijriyah. Ali Erbas, Kepala Direktorat Urusan Agama Turki, mengirim ciutan pesan video pada kesempatan itu.

Erbas mengatakan Lailatul Barat dianggap sebagai malam diberkahi. “Pada kesempatan malam yang diberkahi ini, saya berharap bangsa kita terbebas dari segala macam masalah, musibah dan penyakit, dan saya berdoa kepada Allah SWT agar dapat memasuki bulan Ramadhan bebas dari dosa-dosa kita, dan menjadi salah satu dari golongan yang menerima keselamatan pada hari penghakiman, ” katanya.

Wakil Presiden Turki Fuat Oktay juga menandai malam suci bagi umat Islam di seluruh dunia. “Saya berharap malam Lailatul Barat, yang menandai Ramadhan, membawa keselamatan dan kebaikan bagi bangsa kita, dunia Muslim, dan seluruh umat manusia,” katanya dalam sebuah ciutan.

Lailatu Barat dianggap sebagai malam ketika nasib orang-orang untuk tahun yang akan datang diputuskan dan ketika Allah memilih untuk mengampuni orang-orang berdosa.*

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Migran Diselundupkan lewat Berbagai Cara Petugas Perbatasan Inggris Kewalahan

Migran Diselundupkan lewat Berbagai Cara Petugas Perbatasan Inggris Kewalahan

Memfasilitasi Rezim Suriah, Rekening Bank Federasi Catur Dunia di Swiss Ditutup

Memfasilitasi Rezim Suriah, Rekening Bank Federasi Catur Dunia di Swiss Ditutup

Gereja Presbiterian AS Lantik Pendeta Gay Pertamanya

Gereja Presbiterian AS Lantik Pendeta Gay Pertamanya

Angkatan Laut AS Berperan dalam Perdagangan Seks di Bahrain

Angkatan Laut AS Berperan dalam Perdagangan Seks di Bahrain

Penulis Prancis Menyangkal Tuduhan Memeras Raja Maroko

Penulis Prancis Menyangkal Tuduhan Memeras Raja Maroko

Baca Juga

Berita Lainnya