Selasa, 6 Juli 2021 / 26 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Prancis Tuding Rusia Gunakan Vaksin Sputnik V untuk Diplomasi

Bagikan:

Hidayatullah.com—Menteri Luar Negeri menuding Rusia menggunakan vaksin Covid-19 buatannya, Sputnik V, sebagai alat diplomasi agresif.

Jean-Yves Le Drian mengkontraskan banyaknya liputan perihal pengiriman Sputnik V ke Tunisia belum lama ini dengan pengiriman vaksin lewat inisiatif COVAX dukungan PBB (WHO) yang jumlahnya lebih besar.

Dia juga mengkontraskan pengiriman vaksin COVAX dengan pengiriman vaksin Sinopharm China ke Senegal.

Dilansir AFP Sabtu (27/3/2021), kepada Info Radio Le Drian mengatakan bahwa Rusia mengumumkan dengan “banyak sorotan media” bahwa negara itu akan mengirimkan 30.000 dosis vaksin ke Tunisia.

Padahal ketika itu, kata Le Drian,  COVAX sudah mengirimkan 100.000 dosis ke Tunisia.

Pabrik pembuat Sputnik V hingga saat ini belum mendapatkan otorisasi untuk memasarkannya di Uni Eropa, meskipun sejumlah negara di Eropa sudah melakukan pengkajian data tes efikasi vaksin buatan Rusia tersebut.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Pejabat Swedia Hadapi Penyelidikan Usai Komentar Anti Islam

Pejabat Swedia Hadapi Penyelidikan Usai Komentar Anti Islam

Mesir Buka Pintu Rafah-Gaza Selama 5 Hari Mulai Rabu

Mesir Buka Pintu Rafah-Gaza Selama 5 Hari Mulai Rabu

Solidaritas Kristen Minta Indonesia Terapkan Pluralisme

Solidaritas Kristen Minta Indonesia Terapkan Pluralisme

Islam A. Siddiqui Jadi Kepala Negosiator Pertanian AS

Islam A. Siddiqui Jadi Kepala Negosiator Pertanian AS

Cabuli Murid Guru Bahasa Arab Malaysia Dipenjara 9 Tahun dan 2 Kali Cambuk

Cabuli Murid Guru Bahasa Arab Malaysia Dipenjara 9 Tahun dan 2 Kali Cambuk

Baca Juga

Berita Lainnya