Sabtu, 27 Maret 2021 / 14 Sya'ban 1442 H

Internasional

Prancis Tuding Rusia Gunakan Vaksin Sputnik V untuk Diplomasi

Bagikan:

Hidayatullah.com—Menteri Luar Negeri menuding Rusia menggunakan vaksin Covid-19 buatannya, Sputnik V, sebagai alat diplomasi agresif.

Jean-Yves Le Drian mengkontraskan banyaknya liputan perihal pengiriman Sputnik V ke Tunisia belum lama ini dengan pengiriman vaksin lewat inisiatif COVAX dukungan PBB (WHO) yang jumlahnya lebih besar.

Dia juga mengkontraskan pengiriman vaksin COVAX dengan pengiriman vaksin Sinopharm China ke Senegal.

Dilansir AFP Sabtu (27/3/2021), kepada Info Radio Le Drian mengatakan bahwa Rusia mengumumkan dengan “banyak sorotan media” bahwa negara itu akan mengirimkan 30.000 dosis vaksin ke Tunisia.

Padahal ketika itu, kata Le Drian,  COVAX sudah mengirimkan 100.000 dosis ke Tunisia.

Pabrik pembuat Sputnik V hingga saat ini belum mendapatkan otorisasi untuk memasarkannya di Uni Eropa, meskipun sejumlah negara di Eropa sudah melakukan pengkajian data tes efikasi vaksin buatan Rusia tersebut.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

GCC Sepakat Daftar Hitam Teroris

GCC Sepakat Daftar Hitam Teroris

Federasi Mahasiswa Kanada Serukan Boikot pada Israel

Federasi Mahasiswa Kanada Serukan Boikot pada Israel

Coca-Cola Perbaharui Persetujuan Monopoli dengan Perusahaan Palestina

Coca-Cola Perbaharui Persetujuan Monopoli dengan Perusahaan Palestina

AS Jatuhkan Sanksi Atas Wapres Nikaragua

AS Jatuhkan Sanksi Atas Wapres Nikaragua

Saudi Terapkan Sistem Pelayanan Elektronik Umrah

Saudi Terapkan Sistem Pelayanan Elektronik Umrah

Baca Juga

Berita Lainnya