Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Rusia Harus Bertindak Apabila Bosnia Herzegovina Gabung NATO

Bagikan:

Hidayatullah.com—Rusia “harus bertindak” apabila Bosnia Herzegovina bergabung dengan NATO, kata Kedutaan Rusia di Sarajevo.

Dalam sebuah artikel di websitenya Kedutaan Rusia di Bosnia menulis “apakah NATO sebuah rumah sakit yang dirancang untuk menghilangkan rasa takut dan fobia pasiennya?” dan menambahkan, “Bosnia Herzegovina takut kepada siapa?”

Dilansir Euronews, hari Jumat (19/3/2021) para pejabat Bosnia mengecam “ancaman terselubung” itu.

Zeljko Komsic (anggota dewan tripartit kepresidenan Bosnia perwakilan etnis Kroasia) mengatakan ancaman itu tidak hanya ditujukan terhadap Bosnia tetapi juga sekutu-sekutu Barat-nya.

“Itu jelas sebuah permainan geopolitik yang Rusia mainkan untuk menghentikan ekspansi NATO di Eropa,” kata Komsic.

Partai utama pemerintah Bosnia, Aksi Demokrat, mengatakan bahwa pernyataan Rusia tersebut contoh lain dari “campur tangan tidak patut” Moskow dalam urusan internal Bosnia.

Dalam artikel itu juga ditulis bahwa tidak adanya ekspansi NATO berpengaruh dalam membaiknya hubungan antara Rusia dan Bosnia, dan ekspansi itu sendiri memperlemah keamanan dan stabilitas regional.

Bosnia merupakan bagian dari NATO’s Membership Action Plan, sebuah program yang didesain untuk negara-negara yang ingin bergabung dengan pakta pertahanan tersebut, yang saat ini terdiri dari 30 negara di kawasan Eropa dan Amerika Utara.

Bosnia, Kosovo, serta Serbia yang merupakan sekutu Rusia, merupakan tiga negara Balkan Barat terakhir yang belum menjadi anggota NATO.

Montenegro sudah bergabung dengan NATO pada tahun 2017, sementara Makedonia Utara menyusul tahun kemarin.

Orang-orang Serbia di Bosnia, yang menguasai sekitar setengah wilayah Bosnia Herzegovina menyusul kesepakatan damai yang disponsori AS untuk mengakhiri perang di era 1990-an, merupakan sekutu dekat Rusia dan menentang rencana bergabung dengan NATO.* 

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Sebagai Anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Pakistan Akan Fokus pada Isu Islamofobia

Sebagai Anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Pakistan Akan Fokus pada Isu Islamofobia

Akhirnya Annan Akui Gagal Selesaikan Krisis Suriah

Akhirnya Annan Akui Gagal Selesaikan Krisis Suriah

India Gunakan Lagi Gerbong Kereta Sebagai Ruang Perawatan Covid-19

India Gunakan Lagi Gerbong Kereta Sebagai Ruang Perawatan Covid-19

Presiden Iraq Dikabarkan Koma

Presiden Iraq Dikabarkan Koma

Personel Militer Rombongan G20 Presiden Brazil Kedapatan Bawa Kokain 39 Kilogram

Personel Militer Rombongan G20 Presiden Brazil Kedapatan Bawa Kokain 39 Kilogram

Baca Juga

Berita Lainnya