Rabu, 7 Juli 2021 / 27 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Embargo Tidak Efektif, Banyak Negara Asing Menyuplai Senjata untuk Faksi-Faksi di Libya

Korban selamat mengatakan perahu berlayar dari Zuwara di Libya hari Kamis (9/5/2019) dan mengalami masalah setelah diterjang ombak besar.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Sebuah laporan baru Perserikatan Bangsa-Bangsa menuding sejumlah negara menyuplai senjata untuk faksi-faksi yang bertikai di Libya, yang berarti pelanggaran atas embargo senjata yang diberlakukan terhadap negara di bagian utara Afrika tersebut.

“Embargo senjata tetap sama sekali tidak efektif. Bagi negara-negara anggota (PBB) yang secara langsung mendukung pihak-pihak dalam konflik, pelanggarannya sangat meluas, terang-terangan dan sama sekali tidak mengindahkan sanksi yang diberlakukan,” kata laporan itu seperti dilansir BBC Rabu (17/3/2021).

Libya dikenai sanksi berupa embargo senjata sejak 2011, menyusul tumbangnya kekuasaan dan dibunuhnya Muammar Qadhafi yang dipicu oleh demonstrasi massa yang dikenal sebagai Arab Spring.

Sampai saat ini, negara itu terpecah antara pemerintahan yang diakui PBB yang menguasai bagian barat Libya melawan kubu Jenderal Khalifa Haftar yang membentuk pemerintahan sendiri di bagian timur.

Kedua pihak masing-masing memiliki negara pendukung.

Kubu Haftar disokong antara lain oleh Uni Emirat Arab, Yordania, Rusia, Suriah dan Mesir.

Sementara Turki dan Qatar mendukung pemerintahan yang berpusat di Tripoli.

Negara-negara asing itu disebut dalam laporan PBB sebagai pihak yang memasok senjata bagi kelompok-kelompok yang bertikai di Libya.

Hari Senin (15/3/2021) sebuah pemerintahan persatuan yang baru diambil sumpahnya, yang diharapkan menjadi akhir pertikaian sekaligus babak baru persatuan negara Libya.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Sekelompok Tentara AS Berencana Bunuh Obama

Sekelompok Tentara AS Berencana Bunuh Obama

Pemimpin ISIS Abu Bakar al Baghdadi Dipercai Tewas oleh Serangan Rusia

Pemimpin ISIS Abu Bakar al Baghdadi Dipercai Tewas oleh Serangan Rusia

Aljazair Tidak Perbolehkan Drone AS Melintasi Wilayahnya

Aljazair Tidak Perbolehkan Drone AS Melintasi Wilayahnya

Pemerintah Iran Akan Kirim 1000 Ulama Ke Sekolah-sekolah

Pemerintah Iran Akan Kirim 1000 Ulama Ke Sekolah-sekolah

Malaysia Hapus UU Anti-Fake News

Malaysia Hapus UU Anti-Fake News

Baca Juga

Berita Lainnya