Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Bangladesh Mendesak OKI untuk Membantu Pemulangan Muslim Rohingya ke Myanmar

Bagikan:

Hidayatullah.com–Bangladesh mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membantu memulai pemulangan Muslim Rohingya ke negara asal mereka Myanmar, lapor Anadolu Agency.

Menteri Luar Negeri Bangladesh AK Abdul Momen mengajukan permohonan kepada lima anggota delegasi kunjungan OKI yang dipimpin oleh Asisten Sekretaris Jenderal Urusan Politik Duta Besar Youssef Aldobeay, yang menemuinya di ibu kota Dhaka pada Senin (01/03/2021) malam.

“Dia [Momen] mendesak delegasi OKI untuk memperkuat upaya mereka terkait dengan pemulangan awal orang-orang Rohingya yang saat ini berlindung di Bangladesh,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Bangladesh.

Bangladesh sekarang menjadi rumah bagi lebih dari 1,2 juta Muhajirin Rohingya tanpa kewarganegaraan, yang sebagian besar menyelematkan diri dari tindakan keras militer yang brutal di negara bagian asal Myanmar, Rakhine, pada Agustus 2017.

Dhaka menandatangani perjanjian dengan Naypyitaw tentang kembalinya Muslim Rohingya secara damai pada November 2017, tetapi dalam tiga tahun terakhir, beberapa upaya telah dilakukan untuk memulai repatriasi, semuanya sia-sia.

Setelah kudeta militer 1 Februari di Myanmar, ketidakpastian membayangi proses repatriasi yang sudah tertunda.

Baca juga: Kudeta Myanmar: Bagaimana Kekuatan Global Mengecewakan Muslim Rohingya

Menteri Luar Negeri Bangladesh Md. Shahriar Alam juga memberi pengarahan kepada delegasi OKI tentang situasi pengungsi Rohingya saat ini dalam pertemuan tersebut.

Menanggapi panggilan dari Bangladesh, kepala delegasi OKI Aldobeay, bagaimanapun, menekankan “konsensus internasional” untuk setiap langkah. Perwakilan OKI untuk Jammu dan Kashmir itu juga menekankan pemulangan Muslim Rohingya secara damai dan berkelanjutan ke negara asal mereka dengan hak dan martabat mereka, dan mendesak Myanmar “untuk bergerak maju”.

Pada Ahad (28/02/2021), delegasi OKI mengunjungi pulau terpencil Bhashan Char di Teluk Bengal untuk mengamati kondisi pengungsi Rohingya.

Terlepas dari kekhawatiran komunitas internasional dan pembela hak asasi manusia karena mereka berpendapat bahwa pulau itu rentan terhadap bencana alam, Bangladesh telah mulai memindahkan 100.000 Muhajirin Rohingya ke pulau itu, dengan mengatakan bahwa permukiman di sana lebih baik daripada lingkungan yang padat di kamp-kamp daratannya di Cox’s Bazar, juga kamp pengungsi terbesar di dunia.*

Rep: Fida A.
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Coronavirus:Deutsche Post Berhenti Mengirimkan Paket ke China

Coronavirus:Deutsche Post Berhenti Mengirimkan Paket ke China

Menteri Luar Negeri Veteran Suriah dan Pembela Setia Bashar Assad Walid Al-Moallem Meninggal

Menteri Luar Negeri Veteran Suriah dan Pembela Setia Bashar Assad Walid Al-Moallem Meninggal

Susunya Tercemar Bakteri Bos Fonterra Mundur

Susunya Tercemar Bakteri Bos Fonterra Mundur

Majelis Nasional Prancis Bentuk ‘Komisi Khusus untuk Muslim’, Negara Minta Ikut Urusi Masjid

Majelis Nasional Prancis Bentuk ‘Komisi Khusus untuk Muslim’, Negara Minta Ikut Urusi Masjid

Musaid Asal Ambon Naik Haji 25 Kali

Musaid Asal Ambon Naik Haji 25 Kali

Baca Juga

Berita Lainnya