Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Larangan Merokok di Rumah Sakit dan Taman Bermain di Wales

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Setop merokok.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Perokok yang ketahuan sedang mengepulkan asap batang tembakaunya di rumah sakit, taman bermain atau sekolah di wilayah Wales, Inggris, sekarang akan didenda £100.

Dilansir BBC Ahad (28/2/2021) merokok juga menjadi tindakan pidana apabila dilakukan di area luar tempat penitipan anak di Wales. 

Eluned Morgan, menteri urusan kesehatan mental dan kesejahteraan Wales, mengatakan hari ketika pemerintah Wales menjadi yang pertama di Inggris yang memberlakukan aturan seperti itu adalah hari yang membanggakan.

Kebijakan baru ini merupakan aturan besar pertama untuk memangkas kebiasaan merokok sejak England dan Wales pada 2015 memberlakukan larangan merokok di dalam mobil di mana terdapat anak kecil.

Merokok di dalam tempat umum tertutup dinyatakan terlarang di Wales pada 2007.

Selain memberlakukan denda, pemerintah memasang sistem pengeras suara yang memungkinkan anggota masyarakat menekan tombol dan memperingatkan orang bahwa mereka melanggar aturan larangan merokok. Pengeras suara itu sudah terpasang di Grange Hospital dei Cwmbran dan Royal Gwent Hospital di Newport. 

Sistem serupa sebelumnya juga sudah dipakai di rumah sakit di daerah Hywel Dda serta Cardif dan Vale.

Petugas yang dikerahkan oleh badan kesehatan Aneurin Bevan akan melakukan patroli lapangan.

“Legislasi ini akan bermanfaat bagi kesehatan generasi penerus Wales, sebab semakin sedikit anak-anak yang terpapar asap rokok, dan kami berharap semakin sedikit orang yang memiliki kebiasaan merokok,” kata Eluned Morgan.

Namun, para pembela hak perokok menuding pemerintah berusaha mengatur kehidupan pribadi orang hingga hal yang kecil.

Freedom Organisation for the Right to Enjoy Smoking Tobacco (Forest) menyebut peraturan itu tidak diperlukan dan salah, dan mengumpamakannya seperti membakar lumbung untuk menangkap seekor tikus.

Direktur organisasi itu, Simon Clark, mengatakan tidak ada bukti bahwa peraturan tersebut akan dapat mencapai apa yang diinginkan pemerintah Wales.

Larangan merokok di rumah sakit itu tidak adil, karena menarget para perokok yang mungkin sedang mengalami stres dan perlu menenangkan diri dengan merokok, imbuhnya.

“Sebagian besar perokok menggunakan akal sehat mereka dan tidak merokok di dekat anak kecil. Mereka tidak butuh politisi untuk memberi tahu apa tentang bagaimana berperilaku,” ujarnya.

Sekitar 33.000 orang di Wales sudah menghentikan kebiasaan merokok sejak awal pandemi Covid-19, menurut survei yang dilakukan organisasi amal Action on Smoking and Health.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Warga Muslim Australia Mengaku Jadi Target UU Teror Terbaru

Warga Muslim Australia Mengaku Jadi Target UU Teror Terbaru

Mesir Akhiri Status Negara dalam keadaan Darurat

Mesir Akhiri Status Negara dalam keadaan Darurat

Argentina Tuding AS dan Zionis Monopoli Media

Argentina Tuding AS dan Zionis Monopoli Media

Istanbul Akan Jadi Tuan Rumah Pertemuan OKI Bahas Baitul Maqdis

Istanbul Akan Jadi Tuan Rumah Pertemuan OKI Bahas Baitul Maqdis

Bayi Ajaib yang Menjelajah Dunia dengan Jarinya

Bayi Ajaib yang Menjelajah Dunia dengan Jarinya

Baca Juga

Berita Lainnya