Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Penjualan Klub Sepak Bola Rasis ‘Israel’ Beitar Jerusalem ke UEA Dibekukan

Pemilik Beitar Jerusalem Moshe Hogeg, kiri, berfoto bersama Hamad Bin Khalifa Al Nahyan, anggota keluarga penguasa Abu Dhabi (Foto)
Bagikan:

Hidayatullah.com–Asosiasi Sepak Bola ‘‘Israel’’ pada Kamis (11/02/2021) membekukan penjualan 50 persen saham Beitar Jerusalem kepada pengusaha UEA dan kerajaan Hamad bin Khalifa Al Nahyan. Hal itu membuat masa depan klub sepak bola yang terkenal rasis dengan berbagai slogan ‘anti-Arab’ tersebut diragukan, lapor Middle East Eye.

Pada bulan Desember, kerajaan Emirat setuju untuk membeli setengah klub seharga 300 juta shekel (hampir 92 juta AS Dolar) dari Moshe Hogeg, CEO Beitar Jerusalem. Namun, bulan lalu pengalihan hak kepemilikan ke Hamad bin Khalifa menemui hambatan, ketika Asosiasi Sepak Bola ‘‘Israel’’ membuka penyelidikan atas kesepakatan itu dan mengajukan pertanyaan tentang “kesenjangan yang signifikan” dalam situasi keuangan Emirat.

Asosiasi Sepak Bola mengatakan pada hari Kamis bahwa Beitar Jerusalem telah menarik permintaannya untuk mentransfer 50 persen saham ke Hamad bin Khalifa dan bahwa Hogeg tetap menjadi pemilik tunggal Beitar – tetapi dapat mengajukan aplikasi baru di masa depan, situs berita Mako melaporkan.

Baca: Fanatik Sepak Bola ‘Israel’ Memberontak atas Kemitraan Klub Beitar dengan Uni Emirat Arab

Tiga pekan lalu, Beitar sudah mendapat perpanjangan penyerahan dokumen yang hilang dalam lamarannya yang habis masa berlakunya pada Ahad. Pada bulan Januari, media olahraga ‘‘Israel’’ melaporkan bahwa Hamad bin Khalifa gagal memberikan sertifikat asli dari polisi Dubai yang membuktikan bahwa ia memiliki catatan kriminal yang jelas. Sebagai gantinya, kerajaan menyerahkan salinan paspor diplomatiknya bersama pernyataan tertulis dengan tanda tangannya yang menyatakan bahwa dia tidak memiliki catatan kriminal, situs berita olahraga Ibrani One melaporkan.

Menurut surat kabar bisnis The Marker, Asosiasi Sepak Bola ‘‘Israel’’ mengatakan kekayaan yang dinyatakan Hamad bin Khalifa adalah 1,6 miliar AS Dolar, tetapi sekitar 1,5 miliar AS Dolar itu merupakan obligasi non-tradeable yang terkait dengan pemerintah Venezuela. Negara Amerika Selatan berada di bawah sanksi AS dan memiliki ekonomi yang runtuh.

Obligasi Hamad bin Khalifa yang tidak dapat diperdagangkan dianggap tidak berguna, menurut Megiddo, sebuah perusahaan intelijen keuangan yang disewa oleh Asosiasi Sepak Bola. The Marker juga melaporkan bahwa aset Hamad bin Khalifa, beberapa di antaranya berada di Lebanon, Abu Dhabi dan Dubai, pada kenyataannya memiliki nilai yang lebih rendah daripada yang dinyatakan di buku.

Baca: Kerajaan UEA Membeli Setengah dari Klub Sepak Bola ‘Israel’ ‘Anti-Arab’ Beitar Jerusalem

Hogeg mengkritik Asosiasi Sepakbola, menuduhnya “menyabotase” kesepakatan dengan bin Khalifa dan merugikan klub dengan “merekrut sebuah perusahaan investigasi dan membocorkan informasi yang bias dan menyesatkan atas namanya”.

Pernikahan antara Beitar Jerusalem dan seorang bangsawan Emirat selalu terasa aneh. Penggemar Beitar Jerusalem terkenal dengan nyanyian rasis terhadap orang Palestina, Arab, dan Muslim.

Ini adalah satu-satunya klub di Liga Premier ‘‘Israel’’ yang tidak pernah memiliki pemain dari komunitas Palestina di ‘‘Israel’’, yang terdiri dari 20 persen populasi negara itu.  Meskipun sebagian pendukung klub menyambut baik kesepakatan itu, berharap itu akan menghidupkan kembali nasib buruk Beitar, yang lain melakukan protes yang menyerukan agar pengambilalihan Emirat dibatalkan.*

Rep: Fida A.
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Rumania akan Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Rumania akan Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

OKI Panggil Tim Pencari Fakta ke Myanmar

OKI Panggil Tim Pencari Fakta ke Myanmar

TimTeng Tidak Aman Selama Ada Zionis Israel

TimTeng Tidak Aman Selama Ada Zionis Israel

Usai Jatuhkan Bom ke Warga Sipil, Jet Tempur Rezim Bashar Al-Assad Jatuh

Usai Jatuhkan Bom ke Warga Sipil, Jet Tempur Rezim Bashar Al-Assad Jatuh

Pasang Iklan Jilbab, Pusat Teater Canberra Diancam Bom

Pasang Iklan Jilbab, Pusat Teater Canberra Diancam Bom

Baca Juga

Berita Lainnya