Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Memalsukan Pendakian Puncak Everest, Nepal Larang Pendaki Asal India

Bagikan:

Hidayatullah.com–Nepal hari Rabu (10/2/2021) mengeluarkan larangan bagi dua pendaki gunung asal India dan ketua timnya selama 6 tahun memanjat gunung apapun di negeri itu setelah penyelidikan menunjukkan mereka pernah memalsukan pendakian Puncak Everest tahun 2016.

Kala itu pendakian yang diklaim oleh Narender Singh Yadav dan Seema Rani Goswami memperoleh sertifikat dari Departemen Pariwisata Nepal.

Larangan tersebut dikeluarkan terhadap mereka, setelah mereka tidak dapat menunjukkan bukti-bukti pendakian ke Puncak Everest setelah Yadav dinominasikan untuk memperoleh sebuah penghargaan, lansir BBC.

Ketika Yadav diusulkan untuk memperoleh anugerah bergengsi Tenzing Norgay Adventure Award tahun lalu, klaim-klaim yang disampaikan pendaki asal India itu dipertanyakan oleh para pendaki lain.

Seorang pejabat Kementerian Pariwisata Nepal mengatakan kepada AFP bahwa ketika penyelidik menanyai para pendaki lain, mereka mendapati bahwa Yadav dan Goswami tidak pernah mencapai Puncak Everest dan mereka tidak dapat menunjukkan bukti gambar yang dapat dipercaya serta bukti-bukti lain bahwa mereka berhasil mencapai puncak gunung ternama itu.

“Dari hasil investigasi kami, diketahui bahwa mereka memberikan dokumen-dokumen palsu (termasuk foto-foto). Berdasarkan pada dokumen itu dan pembicaraan dengan para pejabat terkait, termasuk sherpa [ahli pendaki gunung Nepal], kami akhirnya mencapai kesimpulan ini,” kata seorang pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Nepal kepada koran Indian Express.

Yadav, Goswami, dan ketua tim Naba Kumar Phukon dijatuhi sanksi larangan mendaki gunung selama 6 tahun, berlaku surut sejak 2016. Sertifikat pendakian Puncak Everest yang pernah diberikan kepada mereka juga dicabut, lapor AFP.

Kementerian Pariwisata juga memberikan sanksi denda kepada perusahaan yang menyelenggarakan pendakian mereka, berikut para sherpa yang membantu mereka.

Pada tahun 2017, kepolisian di negara bagian Maharashtra, India, memecat dua anggotanya setelah mereka diketahui membuat klaim palsu sebagai orang India pertama yang mencapai Puncak Everest.

Dinesh dan Tarakeshwari Rathod mengatakan bahwa mereka berhasil mencapai Puncak Everest pada tahun 2016, tetapi Kepolisian Maharashtra mengatakan mereka memalsukan foto-foto yang menunjukkan keberhasilan tersebut.

Departemen Pariwisata Nepal awalnya mengeluarkan sertifikat untuk pencapaian mereka tersebut, tetapi kemudian menariknya kembali setelah dilakukan penyelidikan.

Mencapai puncak gunung setinggi 8.848,86 meter itu dianggap sebagai prestasi paling mentereng di kalangan pendaki gunung di seluruh dunia.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Para Dokter: Wabah Covid-19 di Turki Lebih Buruk dari Laporan Resmi Pemerintah

Para Dokter: Wabah Covid-19 di Turki Lebih Buruk dari Laporan Resmi Pemerintah

Facebook Mengaku Amerika Minta Data Penggunanya

Facebook Mengaku Amerika Minta Data Penggunanya

TV Saudi Terapkan Penggunaan Jilbab Bagi Penyiar Wanita

TV Saudi Terapkan Penggunaan Jilbab Bagi Penyiar Wanita

Mesir Ingin Tinjau Ulang Camp David, Israel Geram

Mesir Ingin Tinjau Ulang Camp David, Israel Geram

China Penjarakan 16 Orang Pelaku Transplantasi Ginjal Ilegal

China Penjarakan 16 Orang Pelaku Transplantasi Ginjal Ilegal

Baca Juga

Berita Lainnya