Kamis, 25 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Internasional

Jack Ma Tidak Lagi Masuk Daftar Tokoh Terkemuka Pengusaha China

Jack Ma bersama dengan Presiden China Xi Jinping, yang juga pimpinan Partai Komunis.
Bagikan:

Jack Ma Tidak Lagi Terdaftar dalam Tokoh Terkemuka Pengusaha China

Hidayatullah.com—Pendiri kelompok usaha Alibaba Group Jack Ma tidak lagi dimasukkan dalam daftar tokoh terkemuka pengusaha China yang dirilis media milik pemerintah, seolah menegaskan hubungan mesra antara Ma dengan pemerintah Beijing tidak lagi mesra.

Dilansir Reuters, pebisnis China paling tersohor itu tidak disebut dalam artikel halaman muka yang diterbitkan Shanghai Securities News, sedangkan pendiri Huawei Technologies Ren Zhengfei, pendiri Xiaomi Corp Lei Jun dan pelopor BYD Wang Chuanfu dipuji-puji kontribusinya.

Artikel itu dipublikasikan hari Selasa (2/1/2021) ketika Alibaba juga melaporkan pendapatan kuartal terbarunya.

Ketegangan antara Ma dengan pemerintah Beijing dipicu oleh pidatonya pada tanggal 24 Oktober 2020, di mana bekas dosen bahasa Inggris dan perdagangan internasional di Universitas Hangzhou Dianzi itu mengkritik keras sistem regulasi China. 

Menyusul pidato tersebut, rencana IPO bernilai $37 miliar perusahaan baru yang didirikannya Ant Group dibatalkan oleh pihak berwenang hanya beberapa hari sebelum perusahaan fintech itu masuk bursa.

Pihak regulator kemudian melakukan penyelidikan anti-trust terhadap sektor teknologi di mana Alibaba –sebagai perusahaan teknologi terbesar di China– terpukul paling keras, sedangkan Ant Group harus menghadapi sejumlah regulasi yang diperketat.

Jack Ma kemudian menghilang dari mata publik sekitar tiga bulan lamanya, memicu spekulasi tentang nasib dan keberadaannya. Pengusaha dan filantropis anggota Partai Komunis China itu muncul kembali bulan lalu lewat rekaman video berdurasi 50 detik.

Shanghai Securities News mengatakan bahwa sementara sebagian entrepreneur yang dipujinya pernah bertingkah “berlagak jadi pahlawan” saat berusaha melepaskan diri dari sistem ekonomi rigid yang sudah lama berlaku, mereka sekarang memimpin “sekelompok perusahaan yang menghormati aturan pembangunan dan mematuhi aturan pasar.”*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Memperkosa Seorang Wanita Sebelas Migran Diadili di Freiburg

Memperkosa Seorang Wanita Sebelas Migran Diadili di Freiburg

Oposisi Pertanyakan Janji Kampanye PM Davutoglu untuk Mencarikan Para Pemuda Istri

Oposisi Pertanyakan Janji Kampanye PM Davutoglu untuk Mencarikan Para Pemuda Istri

Mahasiswa Harvard Menyontek Massal

Mahasiswa Harvard Menyontek Massal

Stres Bisa Berakibat Sakit

Stres Bisa Berakibat Sakit

Gejala Covid-19 Memburuk PM Inggris Boris Johnson Dimasukkan ke ICU

Gejala Covid-19 Memburuk PM Inggris Boris Johnson Dimasukkan ke ICU

Baca Juga

Berita Lainnya