Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Diancam Tak Dapat Bantuan, Pemilik Restoran Prancis Batalkan Aksi Ketidakpatuhan Sipil

Bagikan:

Hidayatullah.com—Sejumlah pemilik usaha kedai makanan di Prancis bersiap nekat membuka warungnya melayani pelanggan yang ingin makan di tempat pada hari Senin (1/2/2021) meskipun ada larangan buka selama pembatasan Covid-19. Namun, aksi ketidakpatuhan sipil itu batal dilakukan setelah pemerintah mengancam akan memangkas atau bahkan menghentikan sama sekali bantuan sosial yang diberikan kepada mereka.

Para pemilik usaha kuliner di Prancis tidak dapat membuka kedai mereka untuk melayani pelanggan makan di tempat sejak 30 Oktober 2020. Meskipun pemerintah memberikan bantuan sosial hingga €20.000 per bulan, sebagian pengusaha restoran mengaku jumlah itu tidak memadai, terlebih kecil kemungkinan mereka dapat beroperasi normal dalam waktu dekat.

Pekan lalu Stephane Turillon, seorang chef di bagian timur Prancis, menyeru agar para pemilik restoran membuka usahanya dan melayani pelanggan makan di tempat pada hari Senin sebagai aksi ketidakpatuhan sipil guna memprotes kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan mereka.

Sejumlah chef dan pemilik restoran mengumumkan bahwa mereka menyambut seruan itu.

Namun, Senin pagi Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengeluarkan pengumuman yang menciutkan langkah para pebisnis kuliner tersebut.

Le Maire mengatakan siapa saja pemilik kedai makanan yang ketahuan melayani pelanggan akan dicabut bantuan sosial Covid-nya selama sebulan. Apabila mereka ketahuan mengulangi kembali maka mereka tidak akan diberikan bantuan sosial Covid sama sekali.

Mendengar peringatan tersebut, berbicara kepada BFMTV Stephane Manigold, jubir kumpulan “Reston ouverts” (Ayo kita tetap buka), buru-buru mengontak sejawatnya agar tidak membuka kedai makanan mereka.

Menanggapi peringatan keras Menkeu Le Maire, Stephane Turillon mengaku tidak punya pilihan kecuali tetap menutup usahanya. Anggota pasukan gendarmerie tiba di tempatnya dan mengatakan kepadanya bahwa dia bersama sekitar 100 orang yang sudah antre di restorannya harus mengosongkan tempat itu.

“Saya punya keluarga, saya tidak sanggup membiarkan mereka tidak mendapatkan bantuan finansial itu,” ujarnya kepada stasiun radio lokal France Bleu seperti dilansir RFI.

Di Prancis, restoran dan usaha lain yang terpaksa ditutup selama pandemi coronavirus dapat menerima bantuan sosial hingga €10.000 setiap bulan, atau kompensasi setara 20% pendapatan mereka di tahun 2019 yang dipatok paling banyak €200.000.

Meskipun demikian, banyak pemilik usaha yang mengatakan kompensasi itu tidak cukup, sebab mereka masih harus membayar berbagai macam tagihan seperti biaya sewa tempat.*

Rep: Ama Farah
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

investasi minuman keras

Negara Uni Eropa yang Paling Banyak Belanja Minuman Beralkohol

Pertemuan 200 LSM Internasional Koordinasikan Kerja Kemanusiaan di Dunia Islam

Pertemuan 200 LSM Internasional Koordinasikan Kerja Kemanusiaan di Dunia Islam

Solidaritas Afrin, Ribuan Orang Kurdi di Hannover Memprotes Erdogan

Solidaritas Afrin, Ribuan Orang Kurdi di Hannover Memprotes Erdogan

Pembukaan Kembali Kampus Menambah Perhari 3.000 Kasus Covid-19 di AS

Pembukaan Kembali Kampus Menambah Perhari 3.000 Kasus Covid-19 di AS

Hassan Nasrallah Mengakui Hizbullah Bersama Rezim Bashar Al-Assad Ikut Berperang di Iraq

Hassan Nasrallah Mengakui Hizbullah Bersama Rezim Bashar Al-Assad Ikut Berperang di Iraq

Baca Juga

Berita Lainnya