Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Musim Hujan, Kamp Pengungsian di Afrin Suriah Terendam Banjir

Bagikan:

Hidayatullah.com–Kamp-kamp pengungsian di provinsi Afrin yang terletak Suriah barat laut terendam banjir disebabkan hujan deras, ini menyebabkan tenda pengungsian tidak dapat digunakan.  Dilansir Daily Sabah pada Ahad (31/01/2021), hujan deras yang terjadi sejak Sabtu malam semakin intensif pada Minggu, membanjiri kamp.

Kantor Berita Ihlas (IHA) melaporkan bahwa kondisi kesehatan pengungsi anak di kamp semakin hari semakin memburuk.Total, 30 tenda yang menampung 120 pengungsi tidak dapat digunakan. Meskipun tidak ada korban jiwa dan korban luka.

Wilayah ini terus menerus terancam banjir, terutama di bulan-bulan musim dingin, karena hujan lebat terus menerus terjadi. Sebagian besar penduduk di wilayah yang merupakan warga Suriah yang mengungsi dari wilayah lain terpaksa tinggal di tenda-tenda membuat situasi semakin sulit karena tempat penampungan mereka terlalu rapuh untuk bertahan dalam kondisi cuaca seperti itu.

Selain banjir, para pengungsi yang tinggal di tenda-tenda berjuang untuk menemukan cara untuk menghangatkan diri selama bulan-bulan musim dingin yang keras. Mereka membakar pakaian lama, kain nilon, dan plastik untuk mencoba menghangatkan diri, membahayakan kesehatan mereka karena asapnya dapat menyebabkan penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis.

Afrin, bagaimanapun, bukan satu-satunya kota Suriah di mana bermasalah dengan hujan. Meningkatnya air Sungai Orontes menjadi sumber kekhawatiran di antara penduduk Idlib yang tinggal di desa-desa dan kamp-kamp dekat sungai, yang terancam banjir.

Memanjang dari Lebanon ke provinsi Turki selatan Hatay melalui Suriah, Sungai Orontes, yang dikenal sebagai Sungai Asi di Turki, yang panjangnya 571 kilometer (354 mil), mengalami kenaikan permukaan air yang mengkhawatirkan karena hujan terus-menerus di wilayah tersebut.  Meskipun menjadi sumber kehidupan bagi wilayah tersebut selama ribuan tahun, tahun ini sungai tersebut berpotensi merusak kehidupan karena dapat membanjiri pemukiman warga Suriah yang sudah rapuh, yang sebagian besar mengungsi dan tinggal di tenda.

Jika air sungai banjir, orang-orang yang tinggal di sekitarnya kemungkinan besar akan kehilangan rumah dan tempat berlindung mereka, sementara puluhan orang mungkin tenggelam. Meskipun ada beberapa bendungan di sungai yang dirancang untuk menyeimbangkan ketinggian air, dalam hal ini, apakah bendungan tersebut dibuka atau tidak, tidak membuat perbedaan besar dalam mengurangi tingkat risiko.*

Rep: Nashirul Haq
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Larangan Cadar Bagi Perawat Mesir Dikritik

Larangan Cadar Bagi Perawat Mesir Dikritik

Gelar Ritual Sembelihan Semasa Lockdown, Pastor di Mozambique Diciduk Aparat

Gelar Ritual Sembelihan Semasa Lockdown, Pastor di Mozambique Diciduk Aparat

Gubernur Jeddah Dorong Anak-Anak Menghapal Al Qur`an

Gubernur Jeddah Dorong Anak-Anak Menghapal Al Qur`an

Arkeolog Israel Temukan Tempayan Bir Mesir Kuno di Tel Aviv

Arkeolog Israel Temukan Tempayan Bir Mesir Kuno di Tel Aviv

FBI Selidiki Kejahatan Terselubung Gereja Scientology

FBI Selidiki Kejahatan Terselubung Gereja Scientology

Baca Juga

Berita Lainnya