Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pemerintahan Biden Tangguhkan Penjualan Senjata AS ke UEA dan Saudi

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintahan Presiden Joe Biden hari Rabu (27/1/2021) mengumumkan  bahwa Amerika Serikat menghentikan sementara penjualan senjata bernilai miliaran dolar ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi.

Seorang perwakilan Departemen Luar Negeri AS menyebut langkah itu sebagai “tindakan administratif rutin” dan menegaskan itu merupakan hal biasa bagi pemerintahan baru untuk mengkaji ulang kesepakan penjualan senjata bernilai besar yang ditandatangani pemerintahan sebelumnya, lansir DW.

Deplu AS mengatakan pembekuan sementara itu memungkinkan pemerintahan Biden untuk memastikan bahwa “penjualan senjata AS memenuhi tujuan strategis yaitu membangun keamanan negara mitra lebih kuat, tidak mudah disusupi dan berkemampuan lebih.

Di antara penjualan yang ditangguhkan adalah kesepakatan senilai $23 miliar (€19 miliar) pembelian 50 Lockheed-Martin F-35 jet tempur siluman kepada UEA. Kesepakatan itu dibuat di masa-masa akhir pemerintahan Presiden Trump setelah pilpres November 2020.

Pada 29 Desember 2020, Departemen Luar Negeri AS menyetujui potensial penjualan 3.000 rudal presisi bernilai $290 juta ke Arab Saudi.

Semasa kampanye, Joe Biden berjanji akan menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi agar negara itu tidak lagi dapat melakukan serangan terhadap kelompok-kelompok pemberontak Syiah di Yaman yang didukung rezim Syiah Iran.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Sampai Tua Mahasiswa Amerika Dililit Hutang

Sampai Tua Mahasiswa Amerika Dililit Hutang

Nigeria Sita Uang Tunai $800.000 dari Penggerebekan Korupsi Hakim Senior

Nigeria Sita Uang Tunai $800.000 dari Penggerebekan Korupsi Hakim Senior

Penasihat PM Turki: Pemerintah Tak Bisa Selamanya Sembunyikan Kasus Korupsi

Penasihat PM Turki: Pemerintah Tak Bisa Selamanya Sembunyikan Kasus Korupsi

Rezim Bashar Al Assad Mulai Runtuh

Rezim Bashar Al Assad Mulai Runtuh

Pasukan NATO Gerebek Perusahaan Keluarga Penjahat Perang Bosnia

Pasukan NATO Gerebek Perusahaan Keluarga Penjahat Perang Bosnia

Baca Juga

Berita Lainnya