Jum'at, 12 Februari 2021 / 29 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Gubernur Madinah Membuka Pameran Manuskrip Langka di Perpustakaan Masjid Nabawi

Gubernur Madinah, Pangeran Faisal bin Salman
Bagikan:

Hidayatullah.com–Gubernur Madinah Pangeran Faisal bin Salman hari Selasa meresmikan pameran manuskrip langka di perpustakaan Masjid Nabawi, Makkah. Peresmian dihadiri Presiden Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, Syeikh Dr. Abdulrahman Al-Sudais, dan Sekretaris Jenderal Yayasan King Abdul Aziz untuk Riset dan Arsip (Darah), Dr. Fahd. Al-Samari.

Pangeran Faisal memeriksa isi pameran,  meliputi manuskrip dan buku paling terkenal dan terlangka di perpustakaan Masjid Nabawi. Selain itu, Pangeran Faisal juga memeriksa banyak artefak sejarah lain, kutip laman Arab News.

Pameran ini dilaksanakan untuk mengungkap sejarah kodifikasi Al-Qur’an, kekayaan pendidikan di Masjid Nabawi dan perpustakaannya, serta sejarah Kerajaan Saudi.

Panitia mengungkapkan,  pameran tersebut akan menampilkan warisan Islam, mahakarya sains Islam dan produk intelektual Muslim Arab. Faisal  juga menandatangani kesepakatan dengan penjaga Dua Masjid Suci untuk mengadakan program yang berbeda bagi para jamaah umroh dan pengunjung agar mereka mengenal peran manuskrip dalam sejarah Arab.

“Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci berusaha menyoroti peran manuskrip sepanjang sejarah Arab dalam melestarikan dan menyimpan informasi serta membuatnya tersedia untuk semua orang,” ujar Syeikh Al-Sudais.

Dalam peresmian hari Selasa, Pangeran Faisal juga melakukan penandatanganan dua nota kesepahaman dan kerja sama (MoU) antara Presidensi Umum Urusan Masjid Nabawi. Nota kesepahaman dan kerjasama yang ditandatangani bersama oleh Al-Sudais dan Dr. Fahd. Al-Samari.

MoU lainnya ditandatangani antara Presidensi Umum Urusan Masjid Nabawi dan Pusat Penelitian dan Studi Al-Madinah Al-Munawwarah. Pangeran Faisal juga menghadiri upacara penandatanganan kontrak kerjasama ilmiah antara Darah dan Perpustakaan Sheikh Jaafar Fakih.

Pada bulan Oktober, otoritas Saudi mengizinkan jamaah umroh untuk kembali beribadah di Masjid Nabawi. Ini dilakukan setelah adaanya penangguhan selama tujuh bulan,  dipicu oleh pandemi virus corona global.

Umat ​​Muslim, yang melakukan umrah atau kurang ziarah di Masjidil Haram di Mekah, biasanya mengunjungi Madinah dan sholat di Masjid Nabawi. Perjalanan umrah dilanjutkan Oktober lalu sesuai dengan rencana bertahap dan di tengah langkah-langkah ketat terhadap Covid-19.*

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Kelaparan Bukan Murni Masalah Ekonomi, Tapi Politik

Kelaparan Bukan Murni Masalah Ekonomi, Tapi Politik

Pemuda Israel Pilih Eksodus Setelah 67 Tahun Duduki Palestina

Pemuda Israel Pilih Eksodus Setelah 67 Tahun Duduki Palestina

Paus Fransiskus Membela Homoseksual, Penyanyi Gay Elton John Menyebutnya Pahlawan

Paus Fransiskus Membela Homoseksual, Penyanyi Gay Elton John Menyebutnya Pahlawan

Kekerasan, Kemiskinan dan Korupsi Merajalela, Tapi Guatemala Termasuk 10 Negara yang Rakyatnya Paling Bahagia, Kenapa?

Kekerasan, Kemiskinan dan Korupsi Merajalela, Tapi Guatemala Termasuk 10 Negara yang Rakyatnya Paling Bahagia, Kenapa?

Empat Mantan Tokoh Shin Bet Kritik Israel

Empat Mantan Tokoh Shin Bet Kritik Israel

Baca Juga

Berita Lainnya