Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Ambulans di Los Angeles Diperintahkan Tidak Membawa Pasien Sekarat ke Rumah Sakit

Bagikan:

Hidayatullah.comPetugas ambulans di Los Angeles County, California, sudah diberitahu agar tidak membawa ke rumah sakit pasien-pasien yang kemungkinan bertahan hidupnya sangat rendah atau sekarat.

Dilansir BBC Selasa (5/1/2021), arahan tersebut muncul ketika aparat berwenang mengatakan wilayah itu segera akan mengalami lebih dari 1.000 kematian Covid-19 per hari, dan rumah sakit akan kewalahan menangani pasien.

Tidak hanya itu, petugas kedaruratan diminta memangkas penggunaan oksigen, yang persediaannya menipis dikarenakan pandemi coronavirus.

Tempat tidur di berbagai rumah sakit di LA semakin sedikit dan aparat terkait khawatir akan lonjakan pasien usai masa liburan panjang Natal dan tahun baru.

LA County Department of Public Health hari Senin melaporkan 9.142 kasus baru Covid-19 dan tambahan 77 kematian. Daerah itu, yang merupakan wilayah di Amerika Serikat paling parah terdampak coronavirus, sejak awal pandemi sudah mencatat 818.000 infeksi dan lebih dari 10.700 kematian Covid-19.

Rumah sakit di California, yang sudah mencapai kapasitas maksimumnya, mengerahkan petugas untuk memeriksa pasien di sejumlah toko, tempat parkir dan tenda-tenda. Mobil ambulans tampak berbaris antre di banyak rumah sakit menunggu giliran menurunkan pasien di unit gawat darurat.

Dr Marianne Gausche-Hill, direktur medis LA County’s Emergency Services Agency yang mengeluarkan arah tersebut, kepada CBS News mengatakan bahwa petugas ambulans masih tetap bekerja menyelamatkan nyawa pasien di tempat.

Hanya saja, kata dokter itu, kali ini situasi agak berbeda di mana pasien yang tidak berhasil diselamatkan dengan resusitasi di tempat tidak perlu dilarikan ke rumah sakit karena peluang hidupnya rendah.

“Kami sudah memahaminya dan kami hanya tidak ingin hal itu berdampak pada rumah sakit kita,” ujarnya.

Merawat pasien serangan jantung dan stroke ditempat dapat meningkatkan peluang bertahan hidup, imbuhnya.

New York City pernah mengeluarkan arahan serupa kepada petugas ambulans pada April 2020, ketika kota megapolitan paling padat penduduknya di Amerika Serikat itu mengalami puncak pandemi Covid-19. NYC melarang petugas membawa ke rumah sakit pasien yang tidak berhasil diresusitasi di tempat.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Mahathir Mohamad Desak Rakyat Tumbangkan PM Najib Razak

Mahathir Mohamad Desak Rakyat Tumbangkan PM Najib Razak

Staf Pria KRL Stockholm Pakai Rok

Staf Pria KRL Stockholm Pakai Rok

China Peringatkan Taiwan Tak akan Tolerir Separatis

China Peringatkan Taiwan Tak akan Tolerir Separatis

Erdogan Sebut AS dan Koalisi Dukung IS/ISIS Di Suriah

Erdogan Sebut AS dan Koalisi Dukung IS/ISIS Di Suriah

Masjid Warisan Utsmani di Benghazi Menanti Renovasi

Masjid Warisan Utsmani di Benghazi Menanti Renovasi

Baca Juga

Berita Lainnya