Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

AS Laporkan Infeksi Pertama Varian Baru Coronavirus Seperti yang Menyebar di Inggris

Pixabay
Bagikan:

Hidayatullah.com–Amerika Serikat mengkonfirmasi kasus pertama infeksi coronavirus varian baru yang muncul di Inggris di wilayahnya, di negara bagian Colorado.

Pasien tersebut, seorang pria berusia 20-an tahun dan tidak memiliki riwayat melakukan perjalanan (jauh), saat ini sedang menjalani isolasi, lansir BBC.

Dalam sebuah pernyataan hari Selasa (29/12/2020), Gubernur Colorado Jared Polis mengatakan pasien tersebut menjalani isolasi di Elbert County dekat Denver.

Aparat kesehatan Colorado mengatakan mereka sedang berupaya melacak orang-orang yang kontak dengannya dan kemungkinan ada orang lain yang juga tertular dengan coronavirus varian baru yang sama.

Varian baru tersebut diketahui jauh lebih cepat menyebar dibanding strain sebelumnya, tetapi tidak berarti lebih berbahaya bagi mereka yang tertular, kata para ahli.

Aparat kesehatan Amerika Serikat pekan lalu mengatakan bahwa mereka meyakini varian baru itu sudah menyebar beberapa waktu lamanya di AS.

Sejauh ini AD mencatat lebih dari 19 juta infeksi dan lebih dari 337.000 kematian coronavirus, yang tertinggi di dunia.

Kasus varian baru coronavirus ini sudah ditemukan di sejumlah negara Eropa dan Asia, dan dua yang pertama di kawasan Amerika Utara ditemukan di Kanada akhir pekan kemarin.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Dubes Prancis Dilempari Telur di Suriah

Dubes Prancis Dilempari Telur di Suriah

Kecewa dengan Kenyataan Hidup di Jerman, Pengungsi Iraq Pulang Kampung

Kecewa dengan Kenyataan Hidup di Jerman, Pengungsi Iraq Pulang Kampung

Merokok di Kampus, Denda 500 Riyal!

Merokok di Kampus, Denda 500 Riyal!

Pemerintah Inggris Dikritik atas Bungkamnya Menanggapi Kejahatan Perang Israel

Pemerintah Inggris Dikritik atas Bungkamnya Menanggapi Kejahatan Perang Israel

Israel Dukung Senjata dan Pelatihan Militer pada Rezim Myanmar

Israel Dukung Senjata dan Pelatihan Militer pada Rezim Myanmar

Baca Juga

Berita Lainnya