Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Dokter di Boston Alami Reaksi Alergi Parah Usai Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Moderna

vaksin-covid-19-gaza Antara
[Ilustrasi]
Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang dokter di Boston, Amerika Serikat, mengalami reaksi alergi parah setelah disuntik vaksin coronavirus buatan Moderna hari Kamis, lapor New York Times hari Jumat (25/12/2020) mengutip keterangan dokter tersebut.

Dr. Hossein Sadrzadeh, seorang dokter residen bidang onkologi geriatric di Boston Medical Center, mengataksn dirinya mengalami reaksi parah setelah disuntik vaksin, merasakan pusing dan jantungnya berdetak cepat, lapor NYT seperti dilansir Reuters.

Itu merupakan kasus reaksi parah pertama yang diungkap ke publik terkait vaksin coronavirus buatan Moderna, yang pekan ini mulai disuntikkan ke masyarakat luas di seluruh penjuru AS.

David Kibbe, seorang jubir Boston Medical Center, hari Jumat dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Dr. Sadrzadeh mengalami reaksi dan dipersilakan menggunakan sendiri “epi-pen” suntikan untuk mengatasi alergi. Dia kemudian dibawa ke unit gawat darurat, diperiksa, diobati, dipantau kondisinya dan diperbolehkan pulang. Dia sekarang sudah dalam kondisi baik.

Seorang aparat dari US Food and Drug Administration (FDA) pekan lalu mengatakan bahwa lembaganya sedang menyelidiki sekitar 5 reaksi alergi yang muncul setelah orang disuntik vaksin coronavirus buatan Pfizer Inc dan BioNTech di Amerika.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

New Zealand Menolak Polisi Dilengkapi Senjata Api

New Zealand Menolak Polisi Dilengkapi Senjata Api

Tunisia Keluarkan Terduga Bekas Pengawal Bin Laden dari Penjara

Tunisia Keluarkan Terduga Bekas Pengawal Bin Laden dari Penjara

Prajurit Demokrasi Mali Amadou Touré Meninggal Dunia di Istanbul

Prajurit Demokrasi Mali Amadou Touré Meninggal Dunia di Istanbul

Pria Lepaskan Tembakan di Kedutaan AS di Turki, Amerika dan Iran Tutup Kedutaannya

Pria Lepaskan Tembakan di Kedutaan AS di Turki, Amerika dan Iran Tutup Kedutaannya

Data Ribuan Pengidap HIV Dicuri dari Singapura oleh Pria Homo Amerika

Data Ribuan Pengidap HIV Dicuri dari Singapura oleh Pria Homo Amerika

Baca Juga

Berita Lainnya