Kamis, 8 Juli 2021 / 28 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Mayoritas Anggota Kongres Spanyol Dukung RUU Euthanasia

Bagikan:

Hidayatullah.com—Anggota legislatif Spanyol hari Kamis (17/12/2020) sebagian besar mengakui hak untuk euthanasia dengan persyaratan ketat, meskipun ada penentangan dari Gereja Katolik dan kelompok kanan.

Rancangan undang-undang yang diajukan pemerintah itu mendapat dukungan suara 198 versus 138 menolak, sementara 2 abstain dalam pembahasan pertama di  majelis rendah parlemen Spanyol Congreso de los Diputados.

RUU itu masih harus mendapat persetujuan dari Senat tahun depan, lansir Euronews.

Dua partai yang tergabung dalam koalisi pemerintah, Partai Sosialis dan partai populis sayap kiri Podemos, memilih mendukung RUU itu bersama dengan sekutu mereka dari partai-partai pro-kemerdekaan Catalonia dan kaum liberal Ciudadanos.

Partai kaum konservatif Partido Popular dan sayap kanan-jauh Vox menentang RUU tersebut.

Usulan undang-undang euthanasia itu menyebutkan bahwa orang yang menderita penyakit serius, yang membuatnya cacat permanen atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan diperbolehkan untuk meminta bantuan orang lain untuk mengakhiri hidupnya apabila orang tersebut memintanya guna mengakhiri penderitaannya.

Permintaan itu harus dibuat secara tertulis dan diulangi lagi 15 hari kemudian. Permintaan tersebut harus mendapatkan persetujuan dua dokter yang kemudian akan dikaji lebih lanjut oleh sebuah komite.

Hak “keberatan berdasarkan hati nurani” diberikan kepada tenaga-tenaga profesional kesehatan untuk menolak ikut ambil bagian dalam proses euthanasia.

Biaya euthanasia akan ditanggung oleh jaminan sosial yang diberikan oleh negara.

“Sebagai sebuah masyarakat, kita tidak dapat tinggal diam melihat penderitaan tak tertahankan yang dialami sebagian orang,” kata Menteri Kesehatan Salvador Illa, menanggapi suara tidak setuju terhadap RUU tersebut.

Politisi Partido Popular Jose Ignacio Echaniz mengatakan RUU itu merupakan “kekalahan bagi semua orang, kegagalan bagi sistem kesehatan dan masyarakat kita.”

Menurut Echaniz, daripada membantu orang untuk mengakhiri hidupnya lebih baik pasien itu diberikan obat penghilang rasa sakit.

Menyusul hasil pemungutan suara di Kongres tersebut, Vox mengumumkan akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi Spanyol.

Sejak berkuasa pada 2018, pemerintah Sosialis sudah dua kali berusaha meloloskan RUU euthanasia tetapi selalu gagal.

Saat ini euthanasia berupakan tindakan pidana dengan ancaman hukuman penjara 2 sampai 10 tahun, yang dapat dikurangi jika orang yang bersangkutan merupakan penderita penyakit serius dan meminta agar dimatikan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Sumbang $1,88 Juta Saudi Bangun Rumah untuk Rohingya

Sumbang $1,88 Juta Saudi Bangun Rumah untuk Rohingya

Komandan Pasukan Darat Iraq Tewas di Fallujah

Komandan Pasukan Darat Iraq Tewas di Fallujah

AS Upayakan Ekstradisi WN Jerman Anggota Al-Qaida Terkait 9/11

AS Upayakan Ekstradisi WN Jerman Anggota Al-Qaida Terkait 9/11

Italia Izinkan Drone Anti-ISIS Diterbangkan dari Sisilia

Italia Izinkan Drone Anti-ISIS Diterbangkan dari Sisilia

Denmark Kirim Kapal Perang Bantu Atasi Bajak Laut di Teluk Guinea

Denmark Kirim Kapal Perang Bantu Atasi Bajak Laut di Teluk Guinea

Baca Juga

Berita Lainnya