Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

PBB: Lima Juta Lebih Warga Afghanistan akan Butuh Bantuan pada Tahun 2021

afghanistanonmymind bg
Anak anak sedang menerima pelajaran di Jalalabad
Bagikan:

Hidayatullah.com–Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diperkirakan harus membantu lima juta lebih banyak warga Afghanistan pada 2021 daripada tahun ini karena pandemi Covid-19 dan peningkatan konflik, kata seorang pejabat PBB.  Kebutuhan meningkat dan “pendanaan sangat dibutuhkan”, kata pelaksana tugas Asisten Sekretaris Jenderal Urusan Kemanusiaan Ramesh Rajasingham.

Dalam konferensi pers pada hari Selasa (15/12/2020) sebagaimana dikutip Al Jazeera,  Rajasingham, yang baru saja kembali dari perjalanan ke Afghanistan, menyoroti musim dingin yang sangat keras yang biasanya dialami negara itu.  Meningkatnya kebutuhan adalah hasil dari “krisis Covid-19, meningkatnya konflik dan perpindahan penduduk”, katanya.  “Kami beralih dari situasi di mana kami (meminta) dukungan untuk menargetkan sekitar 11 juta orang pada tahun 2020 menjadi apa yang kami perkirakan akan menjadi hampir 16 juta orang tahun depan,” kata Rajasingham.

Selain jutaan warga Afghanistan yang mengungsi secara internal atau sementara, 4,6 juta lainnya tinggal di luar negeri, di mana 2,7 juta di antaranya adalah pengungsi terdaftar.  Secara kolektif, mereka mewakili salah satu populasi terlama yang kehilangan tempat tinggal dan terlama di seluruh dunia.

Pada hari Senin (14/12/2020), Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan dia berharap pembicaraan damai antara pemerintah dan Taliban akan berlanjut di Afghanistan, bukan di Qatar, yang menganggapnya menghina penduduk Afghanistan karena negosiasi berlangsung di hotel-hotel mewah di Doha.

Dibuka pada September di Doha, pembicaraan damai, yang mengikuti kesepakatan penting AS-Taliban yang dicapai pada Februari di Qatar, ditangguhkan dan akan dilanjutkan pada 5 Januari.  AS setuju untuk menarik semua pasukan dari Afghanistan pada Mei 2021 dengan imbalan jaminan keamanan dan komitmen dari Taliban untuk berbicara dengan Kabul.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

“Kami Tidak Mengkomersilkan”

“Kami Tidak Mengkomersilkan”

“Teror” Dr. Ashari Sudutkan Muslimin

“Teror” Dr. Ashari Sudutkan Muslimin

Mencari Jalan di Antara Dua Dunia

Mencari Jalan di Antara Dua Dunia

‘Israel’ Harapkan Pemulihan Hubungan dengan Negara Muslim ke-5 Sebelum Trump Pergi

‘Israel’ Harapkan Pemulihan Hubungan dengan Negara Muslim ke-5 Sebelum Trump Pergi

Wartawan Meksiko Ditembak Mati di Negara Paling Berbahaya bagi Praktisi Media

Wartawan Meksiko Ditembak Mati di Negara Paling Berbahaya bagi Praktisi Media

Baca Juga

Berita Lainnya