Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Sindrom Havana yang Dialami Diplomat AS Kemungkinan Akibat Frekuensi Radio

Bagikan:

Hidayatullah.com—Frekuensi radio yang “dikendalikan” adalah dugaan yang paling mungkin untuk menjelaskan gejala misterius yang dialami sejumlah diplomat yang ditempatkan di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Havana dan lainnya, kata laporan pemerintah yang dirilis hari Sabtu (5/12/2020).

Gejala yang muncul kelihatan “konsisten dengan efek yang diarahkan, getaran energi frekuensi radio,” kata laporan yang dibuat National Academics of Sciences, Engineering. 

Diplomat AS yang ditugaskan di sejumlah tempat mengaku menglami mual, sakit kepala, pusing, dan gejala yang tidak dapat dijelaskan. “Sindrom Havana” sejak lama menimbulkan teka-teki dan spekulasi, mengingat sifat gejala, lokasi tugas diplomat dan sikap diam pemerintah AS dalam masalah itu.

Laporan hari Sabtu itu merupakan penjelasan resmi pertama dari Washington tentang hal misterius yang dialami lebih dari 40 pegawai pemerintah di perwakilan diplomatik antara tahun 2016 dan 2018.

Pada Juni 2018, Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya telah membawa pulang beberapa diplomat dari Guangzhou, China, berkaitan dengan gejala yang sama.

Selain “frekuensi radio yang diatur”, para  ilmuwan menduga gejala di atas disebabkan oleh faktor lain, termasuk faktor psikologis dan sosial, lansir Reuters.*

 

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Mengkritik Netanyahu dan Lieberman di Twitter, 3 Diplomat Israel Diberhentikan

Mengkritik Netanyahu dan Lieberman di Twitter, 3 Diplomat Israel Diberhentikan

Di Sidang Umum PBB Emir Qatar Mempertanyakan Kelambanan Dunia atas Pendudukan ‘Israel’

Di Sidang Umum PBB Emir Qatar Mempertanyakan Kelambanan Dunia atas Pendudukan ‘Israel’

Kongres AS Tolak RUU Kesehatan Trump

Kongres AS Tolak RUU Kesehatan Trump

Bekerjasama dengan Tabung Haji, Malaysia Buka Restoran Elite di Mekah

Bekerjasama dengan Tabung Haji, Malaysia Buka Restoran Elite di Mekah

Karzai Setuju Taliban Buka Kantor di Qatar

Karzai Setuju Taliban Buka Kantor di Qatar

Baca Juga

Berita Lainnya