Rabu, 7 Juli 2021 / 27 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Mobil BBM Baru Tak Boleh Dijual di Jepang Mulai Pertengahan 2030-an

Bagikan:

Hidayatullah.com–Jepang akan melarang penjualan mobil baru berbahan bakar minyak (BBM) pada pertengahan 2030-an guna membantu negara itu mengerem emisi gas rumah kaca, kata sejumlah sumber.

Pemerintah pusat Jepang diperkirakan akan membuat regulasi baru untuk mencapai target nihil emisi karbon pada 2050, lansir Asahi Shimbun Jumat (4/12/2020).

Kementerian Ekonomi akan menggelar rapat bersama para pakar dan tokoh industri otomotif paling dini 10 Desember 2020 untuk membicarakan target baru tersebut, yang akan dimasukkan dalam rancangan rencana pemerintah pada akhir tahun.

Rencana baru itu akan melarang penjualan kendaraan baru berbahan bakar bensin di pasar domestiknya dan membatasi penjualan mobil baru yang memiliki atau tidak memiliki emisi pembuangan rendah, seperti mobil listrik dan mobil hybrid.

Para pejabat telah mendiskusikan pemberlakuan regulasi konsumsi bahan bakar dan memberikan subsidi kepada perusahaan otomotif serta keringanan pajak guna menggiring mereka memproduksi kendaraan yang tidak mengeluarkan karbon dioksida.

Sekitar 60 persen mobil baru yang dijual di pasar Jepang pada 2019 merupakan kendaraan yang hanya menggunakan bahan bakar bensin.

Pemerintah menetapkan target untuk mengurangi jumlah kendaraan jenis itu antara 30 dan 50 persen sebelum 2030, dan meningkatkan persentase kendaraan generasi selanjutnya di pasar domestik sebesar 50 sampai 70 persen.

Pemerintah mengambil jalur lambat untuk mencapai targetnya karena mempertimbangkan nasib pabrikan domestik berskala kecil dan menengah yang memproduksi suku cadang kendaraan berbahan bakar minyak.

Namun, Jepang tidak dapat menampik bahwa pendekatan yang lebih ketat perlu diambil guna mencapai target nihil emisi. Sekitar seperlima emisi karbon dioksida di Jepang berasal dari transportasi, termasuk mobil.

Sejumlah negara di Eropa dan belahan dunia lain juga sudah menetapkan tanggal larangan penjualan mobil hybrid. Oleh karena perusahaan otomatif Jepang memiliki keunggulan dalam memproduksi kendaraan hybrid, maka pemerintah akan masih memperbolehkan penjualan mobil hybrid yang baru.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Empat Milisi Bersenjata Syiah Iraq Tewas dalam Serangan Udara AS

Empat Milisi Bersenjata Syiah Iraq Tewas dalam Serangan Udara AS

Swedia Tangkap Tersangka Mata-Mata Rusia

Swedia Tangkap Tersangka Mata-Mata Rusia

Pertama, Duta Besar UEA untuk Palestina Tak Bermukim di Palestina

Pertama, Duta Besar UEA untuk Palestina Tak Bermukim di Palestina

Tak Terapkan UU Lingkungan Wakil Rakyat Bavaria Jerman Terancam Penjara

Tak Terapkan UU Lingkungan Wakil Rakyat Bavaria Jerman Terancam Penjara

Walikota New York: Homo Kawin, Uang Datang

Walikota New York: Homo Kawin, Uang Datang

Baca Juga

Berita Lainnya