Selasa, 26 Januari 2021 / 12 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Sempat Hidup Lagi di Kamar Mayat, Seorang Pria Kenya Akhirnya Wafat

Bagikan:

Hidayatullah.com—Seorang pria di Kenya “yang hidup kembali” dibawa ke kamar mayat setelah dinyatakan meninggal dunia pekan lalu akhirnya wafat, kali ini untuk selamanya, lapor media setempat.

Seorang petugas pemulasaraan mayat mengatakan sedang bersiap melakukan pembalsaman pekan lalu ketika jasad seorang pria berteriak-teriak sebelum pingsan.

Peter Kigen, 32, dikabarkan mengidap penyakit kronis, yang kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan, tetapi kemudian diperbolehkan pulang.

Kepada koran Daily Nation hari Kamis pekan lalu dia mengaku senang bisa hidup kembali. “Ini terjadi karena Tuhan,” katanya Kigen kepada koran tersebut seperti dilansir BBC Jumat (4/12/2020).

Kisah Kigen itu menarik banyak komentar warga Kenya di media sosial, dan masalahnya diperdebatkan oleh wakil-wakil rakyat di dewan wilayah Kericho County. Mereka membentuk tim investigasi guna menyelidiki bagaimana hal itu dapat terjadi. Laporan hasil penyelidikan membebaskan seorang tenaga kesehatan dari tuduhan bersalah.

Hari Kamis kemarin, seorang jubir keluarga Kigen mengkonfirmasi kematiannya kepada koran The Standard, mengatakan bahwa Kigen dinyatakan meninggal dunia setibanya di Kericho County Hospital di mana dia dialihkan perawatannya dari Kapkatet untuk mendapatkan perawatan dan penanganan lebih lanjut,” kata Hezbon Tonui.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Komunitas Muslim Indonesia di Qatar Desak Aparat Segera Hukum Penista Al-Quran

Komunitas Muslim Indonesia di Qatar Desak Aparat Segera Hukum Penista Al-Quran

Makan Malam Bersama Erdogan, Menlu Serbia Nyanyi Dalam Bahasa Turki

Makan Malam Bersama Erdogan, Menlu Serbia Nyanyi Dalam Bahasa Turki

Manning: Rakyat AS Harus Tahu Ongkos Perang Sebenarnya

Manning: Rakyat AS Harus Tahu Ongkos Perang Sebenarnya

Al-Azhar Tolak RUU Sukuk Mesir

Al-Azhar Tolak RUU Sukuk Mesir

Pro-Yahudi Univ. Wayne Hentikan Helen Thomas Award

Pro-Yahudi Univ. Wayne Hentikan Helen Thomas Award

Baca Juga

Berita Lainnya