Senin, 5 Juli 2021 / 25 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Petani Pohon Natal di Yunani Berharap Tahun Ini Lolos dari Kerugian

Bagikan:

Hidayatullah.com—Mengalami penguncian wilayah akibat pandemi coronavirus di masa paling sibuk tahun ini, para petani pohon fir di Yunani berharap tidak mengalami kerugian.

Lockdown yang diberlakukan secara nasional berarti ribuan pohon Natal kemungkinan tidak akan dapat dipasarkan tepat waktu, yang akan menjadi pukulan sangat telak bagi para petani di bagian utara Yunani yang mengandalkan perdagangan fir sebagai satu-satunya sumber mata pencaharian.

“Itu akan menjadi malapetaka besar,” ujar Christos Bitsios, seorang petani fir di Taxiarchis, sebuah desa di pegunungan di Chalkidiki.

Yunani memperpanjang sampai 7 Desember masa lockdown nasional kedua yang diberlakukannya sejak bulan November. Bagian utara merupakan wilayah Yunani yang paling parah mengalami pandemi coronavirus.

Pada masa seperti sekarang di tahun lalu, pohon-pohon fir untuk dekorasi Natal sudah laris terjual, kata Bitsios seperti dilansir Reuters.

Panen tahunan fir merupakan hasil kerja keras selama 15 tahun dan pohon itu harus dipotong setiap tahun atau mengalami mati kering karena ditanam dengan jarak rapat, paparnya.

Pemerintah Yunani enggan melonggarkan lockdown, karena akan berakibat pada peningkatan kasus Covid-19 yang dapat melumpuhkan sistem kesehatan nasional disebabkan banyaknya pasien.

Pada hari Senin (1/12/2020), Yunani mencatat pertambahan infeksi coronavirus 1.044, sehingga total kasus Covid-19 di negara itu mencapai 105.271 sejak awal pandemi.

Bitsios optimistis bahwa 2020 sebenarnya bisa jadi tahun di mana minat orang untuk membeli pohon Natal sangat tinggi, apabila pembatasannya agak dilonggarkan, sebab pandemi membuat orang cenderung tinggal di rumah saja untuk merayakan Natal.

“Kalau mereka memperbolehkan kami, jika mereka membuka sektor ritel, kami kemungkinan akan memperoleh keuntungan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya karena orang ingin mendekorasi pohon. Kami menerima banyak telepon, banyak pesanan,” ujarnya.

Apabila tidak, maka desanya diperkirakan akan mengalami kerugian 300.000 euro.

Ketika ditanya apa yang dimintanya kepada Sinterklas tahun ini, Bitsios berkata, “Keberuntungan yang lebih baik di tahun depan.”*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Sekjen PBB  Dengar Kisah Kekejaman tak Terbayangkan  terhadap Etnis Rohingya

Sekjen PBB Dengar Kisah Kekejaman tak Terbayangkan terhadap Etnis Rohingya

Anadolu Agency Resmikan Layanan Berita Bahasa Indonesia

Anadolu Agency Resmikan Layanan Berita Bahasa Indonesia

Tahun 2022 Bus Tanpa Sopir Wira-wiri di Jalan Umum Singapura

Tahun 2022 Bus Tanpa Sopir Wira-wiri di Jalan Umum Singapura

Data Ratusan Ribu Pelanggan Situs Prostitusi Belanda Dicuri Peretas

Data Ratusan Ribu Pelanggan Situs Prostitusi Belanda Dicuri Peretas

Balas Belanda, Turki  Larang Masuk Dubes dan Pesawat Belanda

Balas Belanda, Turki Larang Masuk Dubes dan Pesawat Belanda

Baca Juga

Berita Lainnya