Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Rudal Pemberontak Syiah al-Houthi Hantam Kilang Minyak Saudi di Jeddah

REUTERS
[Ilustrasi] Fasilitas produksi perusahaan minyak Aramco, di Shaybah, Arab Saudi
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemberontak Yaman, Al-Houthi, mengatakan mereka menyerang fasilitas kilang minyak Arab Saudi di kota pelabuhan Jeddah pada Senin (23/11/2020) pagi dengan rudal jelajah baru. Penyerangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah pihak kerajaan selesai menjadi tuan rumah KTT G20 secara virtual, kutip laman Voa Indonesia.

Associated Press, Selasa (23/11/2020), melaporkan kerajaan mengakui serangan itu beberapa jam kemudian. Video ledakan kecil di fasilitas Saudi Arabian Oil Co. di Jeddah telah beredar di media sosial sepanjang hari dan foto satelit mengkonfirmasi kerusakan di situs tersebut.

Seorang pejabat Kementerian Energi yang tidak disebutkan namanya mengatakan sebuah proyektil menghantam tangki bahan bakar di stasiun distribusi Jeddah. Serangan menyulut api sekitar pukul 03.50 waktu setempat.

Kolonel Turki al-Maliki, juru bicara koalisi pimpinan Saudi yang memerangi pemberontak Syiah yang didukung Iran di Yaman. Turki al-Maliki menyalahkan para pemberontak atas “serangan pengecut yang tidak hanya menargetkan kerajaan, tetapi juga menargetkan pusat saraf pasokan energi dunia dan keamanan ekonomi global.”

Jenderal Yehia Sarie, juru bicara militer Houthi, mencuit pada Senin pagi bahwa pemberontak menembakkan rudal jelajah Quds-2 baru di fasilitas itu. Dia mengunggah gambar citra satelit yang cocok dengan tangki-tangki Aramco di Jeddah

Fasilitas itu berada tepat di tenggara Bandara Internasional King Abdulaziz Jiddah, sebuah lapangan terbang utama yang menangani jemaah haji Muslim yang masuk dalam perjalanan ke Mekah terdekat.  Sebuah foto satelit dari Planet Labs Inc. yang kemudian diterbitkan oleh TankerTrackers.com menunjukkan kerusakan pada salah satu tangki di pabrik massal dan apa yang tampak seperti busa pencegah kebakaran di tanah di dekatnya.

Saudi Aramco, raksasa minyak kerajaan yang sekarang sebagian dari nilainya yang diperdagangkan secara publik di pasar saham, tidak menanggapi permintaan komentar. Sahamnya sedikit naik pada Senin di bursa saham Tadawul Riyadh karena harga minyak mentah tetap stabil di atas $ 40 per barel.

Serangan tersebut terjadi tepat setelah kabar kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke kerajaan untuk melihat Putra Mahkota Mohammad bin Salman, sebuah pertemuan yang dilaporkan juga dihadiri oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kerajaan itu juga baru saja menjadi tuan rumah KTT G-20 tahunan, yang berakhir Ahad (22/11/2020).

Koalisi yang dipimpin Saudi telah memerangi Houthi sejak Maret 2015, beberapa bulan setelah pemberontak merebut ibu kota Yaman, Sanaa. Perang telah menemui jalan buntu sejak itu, sementara Arab Saudi menghadapi kritik internasional atas serangan udaranya yang menewaskan warga sipil.*

 

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Jenderal Iran Ancam Saudi,  Minta Hentikan Operasi Militer

Jenderal Iran Ancam Saudi, Minta Hentikan Operasi Militer

Pipa Gas Iran-Turki Meledak, Diduga Dibom Separatis Kurdi PKK

Pipa Gas Iran-Turki Meledak, Diduga Dibom Separatis Kurdi PKK

PM Australia Kaget Victoria Diam-Diam Teken Kesepakatan dengan China

PM Australia Kaget Victoria Diam-Diam Teken Kesepakatan dengan China

Seorang Pria Saudi Menusuk 2 Penjaga Masjidil Haram

Seorang Pria Saudi Menusuk 2 Penjaga Masjidil Haram

Pimpin Partai Al Ikhwan Katatny akan Jalin Kerjasam dengan Lawan

Pimpin Partai Al Ikhwan Katatny akan Jalin Kerjasam dengan Lawan

Baca Juga

Berita Lainnya