Kamis, 28 Januari 2021 / 14 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Belum Juga Dikubur, Berbulan-Bulan 650 Mayat Pasien Covid-19 di New York Disimpan dalam Truk Berpendingin

Bagikan:

Hidayatullah.comSouth China Morning Post (SCMP) hari Selasa (24/11/2020) mengunggah video di Twitter tentang pemakaman ratusan korban Covid-19 yang tertunda di Amerika Serikat.

Dalam keterangan di video tersebut yang mengutip laporan Reuters, disebutkan bahwa mayat sekitar 650 korban Covid-19 di New York masih disimpan di dalam truk berpendingin selama berbulan-bulan setelah mereka mati. Truk-truk kontainer itu diparkir di sebuah lapangan yang diubah menjadi ruang mayat darurat pada bulan April ketika angka kematian coronavirus di kota itu melonjak tinggi.

“Mereka yang telah menginggalkan kita, keluarga mereka masih berupaya menentukan cara terbaik untuk memakamkan mereka dan sedang menghadapi kesulitan disebabkan pandemi dan masalah-masalah lain. Kami berusaha bekerja sama dengan setiap dan masing-masing keluarga yang saat ini sedang berada dalam situasi tersebut guna memastikan bahwa mereka dapat memberikan cara pemakaman yang terbaik yang mereka inginkan pada waktu yang tepat,” kata Gubernur NY City Bill de Blasio.

Petugas dari kantor pemeriksaan medis tidak dapat menghubungi sebagian dari keluarga korban. Dalam sejumlah kasus, pihak keluarga tidak sanggup menanggung biaya pemakaman.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Tolak Jadi Informan, FBI Masukkan 4 Muslim dalam Cegah Tangkal

Tolak Jadi Informan, FBI Masukkan 4 Muslim dalam Cegah Tangkal

Rusia dan Serbia Diduga Berada di Balik Percobaan Kudeta di Montenegro

Rusia dan Serbia Diduga Berada di Balik Percobaan Kudeta di Montenegro

Islam Makin Berkembang di Amerika Latin

Islam Makin Berkembang di Amerika Latin

Warga Muslim Amerika Mulai Cemas Merasa Diawasi

Warga Muslim Amerika Mulai Cemas Merasa Diawasi

ISSaCT: “Al-Sisi lebih Buruk dari Pinochet, pantas dituntut di Mahkamah Internasional”

ISSaCT: “Al-Sisi lebih Buruk dari Pinochet, pantas dituntut di Mahkamah Internasional”

Baca Juga

Berita Lainnya