Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Militer Australia Akhirnya Meminta Maaf Kasus Pembunuhan Warga Sipil Afghanistan

Jenderal Angus Campbell
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kepala pasukan pertahanan Australia pada Kamis meminta maaf kepada warga Afghanistan dan warga negaranya menyusul hasil penyelidikan yang mengungkapkan bahwa pasukan khusus Australia membunuh puluhan warga sipil Afghanistan. Kepala pasukan pertahanan ‘dengan tulus dan tanpa syarat’ meminta maaf karena telah membunuh sedikitnya 39 warga sipil Afghanistan.

“Kepada rakyat Afghanistan, atas nama Angkatan Pertahanan Australia, saya dengan tulus dan tanpa pamrih meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh tentara Australia,” kata Jenderal Angus Campbell melalui Twitter. “Kepada rakyat Australia, saya dengan tulus meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh anggota Angkatan Pertahanan Australia. Anda berhak mengharapkan Angkatan Pertahanan Anda membela negara Anda dan kepentingannya dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai dan hukum negara kita,” tambah dia dikutip Anadolu Agency.

Menurut hasil penyelidikan yang dikeluarkan oleh otoritas Australia, pasukan khusus negara itu bertanggung jawab atas setidaknya 39 insiden pembunuhan warga sipil di Afghanistan. Dalam pernyataan resmi, Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan bahwa pemerintah negara dan rakyatnya berterima kasih atas dukungan penuh dan berkelanjutan dari pemerintah Australia selama 19 tahun terakhir, tetapi mengutuk keras pelanggaran ini dan menganggapnya tidak dapat dimaafkan.

Kementerian juga menganggap publikasi laporan dan penunjukan Penyidik Khusus untuk menangani masalah ini sebagai langkah penting untuk mencapai keadilan. Kementerian mengatakan pihaknya menghargai ungkapan permintaan maaf dan simpati dari otoritas Australia dan kedua pemerintah akan bekerja sama untuk memastikan bahwa keadilan diberikan dan kompensasi dibayarkan kepada para korban.*

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Tiga Warga China Terdakwa Suap Proyek Kereta Kenya

Tiga Warga China Terdakwa Suap Proyek Kereta Kenya

Calon Mahasiswa Kedokteran di Inggris Mengimpor Bahan Peledak untuk Membunuh Ayahnya

Calon Mahasiswa Kedokteran di Inggris Mengimpor Bahan Peledak untuk Membunuh Ayahnya

Ratusan Ribu Penduduk Chechnya Protes Charlie Hebdo

Ratusan Ribu Penduduk Chechnya Protes Charlie Hebdo

Penasihat Militer Iran Tewas di Iraq

Penasihat Militer Iran Tewas di Iraq

Penuhi Himbauan Al-Sisi, Ratusan Pilot EgyptAir Batal Mengundurkan Diri

Penuhi Himbauan Al-Sisi, Ratusan Pilot EgyptAir Batal Mengundurkan Diri

Baca Juga

Berita Lainnya