Rabu, 27 Oktober 2021 / 20 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Menlu: Presiden Jokowi Konsisten Sampaikan Sejumlah Pesan Sepanjang KTT ke-37 ASEAN

Bagikan:

Hidayatullah.com–Presiden Joko Widodo ikut menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-37 ASEAN yang diselenggarakan pada tanggal 12-15 November 2020. Presiden sendiri ditemani menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Retno yang mendampingi Presiden di seluruh rangkaian acara mengungkapkan dalam pertemuan itu Presiden secara konsisten menyampaikan sejumlah pesan. “Sebagai wrap up dari keseluruhan acara KTT ke-37 ASEAN dan KTT-KTT terkait lainnya, saya dapat menyampaikan beberapa hal. Secara konsisten Presiden menyampaikan tiga isu,” kata Retno Marsudi, Ahad (15/11/2020).

Adapun Pertama kata Retno pesan mengenai pentingnya memperhatikan kerja sama di bidang kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, yaitu membangun ketahanan kesehatan kawasan dan dunia.  Pesan kedua lanjut Retno mendorong kerja sama untuk mengatasi dampak ekonomi dari pandemi.

“Kerja sama ini penting untuk terus dilakukan agar kondisi ekonomi dunia menjadi lebih baik, tentunya tanpa mengorbankan ketaatan pada protokol kesehatan,”ujarnya.

Selanutnya, pesan ketiga, mengenai pentingnya terus menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan dan dunia. “Hal ini terus ditekankan oleh Presiden, mengingat rivalitas antara kekuatan besar semakin menajam. Upaya untuk menangani pandemi dan dampak ekonomi akan terhambat, jika isu perdamaian dan stabilitas tidak terus dijaga,”terangnya.

Selain itu, imbuh Retno, isu sentralitas dan soliditas ASEAN juga secara konsisten disampaikan oleh Presiden selama KTT. Indonesia secara konsisten terus menjaga sentralitas dan soliditas ASEAN dan akan terus menjalankannya.

But we can not do it alone, we need everyone on board. ASEAN harus terus memegang dan melaksanakan prinsip-prinsip yang sudah disepakati bersama, misalnya di ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, dan tidak membuka peluang negara manapun untuk menawar prinsip-prinsip tersebut. We have to walk the talk,” jelasnya.

Pesan lain yang mengemuka, imbuh Menlu, adalah mengenai penghormatan hukum internasional termasuk UNCLOS 1982. “Pentingnya upaya memperkuat multilateralisme, juga mendapat penekanan di pidato Presiden. Multilateralism that delivers,” pungkas Menlu.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Syeikh Jum’ah: Ada 5 Perbedaan Mendasar Sunni dan Syiah

Syeikh Jum’ah: Ada 5 Perbedaan Mendasar Sunni dan Syiah

Remaja Indonesia dan Filipina Ditangkap karena Membunuh Bayi di Malaysia

Remaja Indonesia dan Filipina Ditangkap karena Membunuh Bayi di Malaysia

Semasa Lockdown Covid-19 Kasus KDRT di Eropa Melonjak

Semasa Lockdown Covid-19 Kasus KDRT di Eropa Melonjak

Umat Islam Harus Miliki Target dan Himmah

Umat Islam Harus Miliki Target dan Himmah

Mufti Korsel Himbau Jamaah Haji Tunjukkan Etika Muslim

Mufti Korsel Himbau Jamaah Haji Tunjukkan Etika Muslim

Baca Juga

Berita Lainnya