Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Umumkan Sanksi Balasan, Moskow Bilang Navalny Bisa Jadi Diracun di Jerman

Bagikan:

Hidayatullah.com–Rusia menuding politisi pengkritik Kremlin, Alexei Navalny, bisa jadi diracun di Jerman atau di atas pesawat ketika diangkut ke Berlin.

Hal itu dikemukakan Menlu Rusia Sergei Lavrov ketika mengumumkan bahwa Kremlin akan menjatuhkan sanksi balasan terhadap sejumlah pejabat Jerman dan Prancis terkait kasus peracunan Navalny tersebut.

Navalny, seorang tokoh oposisi ternama Rusia, jatuh sakit dalam penerbangan dari Siberia menuju Moskow pada 20 Agustus. Dua hari kemudian dia dipindahkan lewat udara ke Berlin atas permintaan istrinya untuk mendapatkan perawatan lebih baik.

Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons mengkonfirmasi racun perusak saraf Novichok ditemukan dalam sampel darahnya.

Navalny dirawat di rumah sakit Charite di Berlin selama 32 sebelum diperbolehkan pulang pada bulan September.

Kasus itu memperburuk hubungan antara Rusia dan Eropa Barat.

Uni Eropa, yang dimotori Prancis dan Jerman, lantas menjatuhkan sanksi atas 6 tokoh yang dikenal dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada bulan Oktober.

“Oleh karena sanksi Eropa ditujukan kepada pejabat-pejabat kepresidenan Rusia, maka sanksi balasan kami akan mencerminkan hal tersebut,” kata Lavrov dalam konferensi pers secara daring hari Kamis (12/11/2020) seperti dikutip Euronews.

“Mereka sudah mengambil keputusan Dan kami akan segera menginformasikan kolega-kolega kami di Prancis dan Jerman.”

Moskow menampik tuduhan bahwa pihaknya yang bertanggung jawab atas peracunan Navalny, Dan mengatakan tuduhan itu bertujuan mencederai Rusia.

“Kami memiliki alasan untuk memduga bahwa apapun yang terjadi dengan [Navalny] berkaitan zat beracun di dalam tubuhnya, bisa jadi hal itu dialaminya ketika berada di Jerman atau di dalam pesawat di mana dia dimasukkan lalu dikirim ke klinik 

Charite,” kata Sergei Lavrov, tanpa memaparkan bukti dugaannya.

Otoritas Rusia mengatakan tidak ada jejak racun dalam tubuh Navalny ketika dirawat di rumah sakit di Siberia. 

Vladimir Putin menyatakan dia sendiri yang turun tangan memperbolehkan tokoh oposisi itu dipindahkan ke Berlin.

Navalny sendiri, yang sedang dalam masa pemulihan, secara langsung menuding Putin terlibat dalam kasus yang dialaminya tersebut.

Pekan lalu, kantor yayasan anti-korupsi Navalny yang terletak di Moskow digeledah aparat dengan alasan berkaitan dengan ganti rugi yang belum ditunaikan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Setelah Diminta PM Abiy Ahmed, Patriark Gereja Ortodoks Pulang ke Ethiopia

Setelah Diminta PM Abiy Ahmed, Patriark Gereja Ortodoks Pulang ke Ethiopia

Aktivis Pro-Palestina Tolak Tawaran Yunani

Aktivis Pro-Palestina Tolak Tawaran Yunani

Israel Pakai Stuxnet untuk Hambat Nuklir Iran

Israel Pakai Stuxnet untuk Hambat Nuklir Iran

Inilah Jawaban Argumen Andalan Penganut Atheis Menurut Pakar Ilmu Kalam

Inilah Jawaban Argumen Andalan Penganut Atheis Menurut Pakar Ilmu Kalam

China Bersih-Bersih Situs Perjodohan dan Kencan Online

China Bersih-Bersih Situs Perjodohan dan Kencan Online

Baca Juga

Berita Lainnya